Empat Penyebab Mesin Motor Berasap Tebal

Empat Penyebab Mesin Motor Berasap Tebal

motorcycle-usa.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Beberapa pemilik sepeda motor beberapa waktu lalu mengaku dari knalpot kendaraan roda miliknya mengeluarkan asap tebal. Pada saat yang bersamaan, tercium bau gosong seperti oli dan karet yang terbakar.

“Asap pekat terjadi saat pagi hari saat motor akan dipanasi dan saat dinyalakan kembali setelah beberapa saat mesin dimatikan,” tutur Feriawan, seorang pemilik motor yang juga karyawan sebuah perusahaan penerbit di kawasan, Kebayoran Lama, Jakarta Barat.

Menurut Cucung Suryana, mekanik Surya Motor, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada umumnya permasalahan seperti itu dialami sepeda motor yang telah berumur lima tahun atau lebih. Meski demikian, motor baru pun juga bisa mengalaminya bila perawatan mesin tidak bagus atau karena cacat bawaan dari pabrik yang terjadi pada saat proses perakitan.

“Hal itu terjadi karena oli mesin yang masuk ke ruang bakar sehingga pada saat proses pembakaran oli juga ikut terbakar sehingga timbul asap pekat,” tuturnya saat ditemui, Selasa, 24 Mei 2011.

Penyebab utama masalah tersebut, kata Cucung, adalah silinder dan kepala silinder yang bermasalah. Bahkan, tak jarang ia menemukan volume oli mesin yang melebihi takaran juga menjadi penyebab timbulnya kepulan asap yang berlebihan itu.

Lantas apa saja penyebab silinder dan kepala silinder itu bermasalah? Bagaimana cara mengatasi masalah itu? Berikut penjelasan Cucung.

1. Liner silinder tergores


Liner silinder merupakan komponen yang terdapat di bagian blok mesin. Perangkat ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam silinder blok dari gesekan piston.

Pada saat mesin dinyalakan dan kepala piston yang bergerak maju-mundur atau naik-turun bisa menimbulkan goresan pada liner silinder. Luka gores tersebut menjadi celah bagi oli mesin untuk masuk ke ruang bakar.

“Akibatnya, saat mesin dinyalakan dan proses pembakaran terjadi, oli ikut terbakar sehingga menghasilkan asap pekat,” kata Cucung.

Untuk mengatasi hal itu, harus dilakukan penambahan ukuran atau istilah di kalangan penggemar modifikasi adalah oversizing. Namun, proses tersebut juga harus dibarengi dengan penggantian piston dan ring piston.


2. Piston dan ring piston aus


Piston atau kadang disebut istilah torak merupakan bagian dari mesin yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke poros engkol atau crankshaft melalui setang piston atau istilah kerennya connecting rod.

Adapun ring piston ada dua jenis, yaitu ring kompresi dan ring oli. Ring kompresi berfungsi untuk pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder.

“Piston dan ring piston aus karena faktor usia pakai atau karena sebab-sebab lain akibat perawatan dan perlakuan terhadap motor yang tidak baik,” terang Cucung.

Bila keduanya rusak atau aus, selain menyebabkan kemampuan kompresinya menurun sehingga performa mesin loyo juga menyebabkan oli merembes ke ruang bakar, khususnya ring piston oli.

“Ring oli ini hanya terdapat di motor mesin empat tak, Sebab, pelumasan mesin dua tak menggunakan oli samping,” ujarnya.

Bila ternyata silinder masih bagus, tetapi piston dan ring piston telah aus, Anda harus mengganti keduanya.


3. Seal klep bermasalah


Pada umumnya, klep motor yang telah berumur di atas lima tahun yaitu tujuh tahun ke atas sangat rawan mengalami masalah. Semua motor yang bermesin empat tak dilengkapi klep.

Peranti itu berfungsi untuk mengendalikan gas buang dan masuk ke ruang bakar yang akan bercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) yang telah disemburkan dari injektor atau karburator.

Sedangkan gas keluar adalah gas sisa hasil pembakaran di ruang bakar. Kedua jenis gas itu digerakkan oleh dorongan maju mundur piston dan dibatasi klep.

Sehingga bila seal klep atau bahkan klep itu sendiri aus atau rusak, maka oli yang melumasi piston akan merembes ke ruang bakar. Akibatnya, rembesan pelumas itu ikut terbakar saat proses pembakaran dan menimbulkan asap pekat dari knalpot.

Untuk mengatasi masalah itu mau tidak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru. Sebab bila tidak permasalahan tidak akan pernah selesai karena peranti yang sudah aus tidak bisa digunakan lagi.


4. Volume oli yang berlebihan


Satu hal yang patut digarisbawahi, setiap produsen sepeda motor telah menetapkan kapasitas mesin dalam menampung oli. Begitu pun dengan pabrikan minyak pelumas yang telah mempertimbangkan hal tersebut.

Walhasil, dalam satu kemasan, baik kaleng maupun botol plastik, volume oli yang harus dituang ke mesin telah ditetapkan dengan pasti. Bila ada pemilik motor yang ingin menambah volume oli ke mesin dengan dalih agar gesekan antarkomponen mesin tidak terjadi, hal itu justru salah.

“Sebab oli yang melebihi takaran rawan masuk ke ruang bakar, terutama di saat mesin sudah panas dan oli semakin encer,” ujar Cucung.

Akibatnya, oli yang masuk ke ruang bakar ikut terbakar saat proses pembakaran terjadi. Hasilnya, asap pekat keluar dari knalpot.

ARIF ARIANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X