foto

ANTARA/Andika Wahyu

Kejuaraan Nasional Olahraga Rekreasi Digelar Oktober  

TEMPO Interaktif, Bandung - Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) akan menggelar Pekan Olahraga Nasional Oktober nanti di Parkir Timur, Senayan, Jakarta. “Ini adalah pekan olahraga Formi. Kalau di KONI mungkin PON-nya,” kata Ketua I Bidang Organisasi dan Pengembangan Daerah Formi, Perdaningrum, usai menghadiri pelantikan pengurus Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 25 Mei 2011.

Menurut dia, dalam pekan olahraga nasionalnya, Formi akan menampilkan olahraga tradisional dari masing-masing daerah di Indonesia. Saat ini, sudah tercatat 34 cabang olahraga yang masuk kategori olahraga rekreasi. Diakuinya, baru sebagian kecil olahraga tradisional yang dimasukkan dalam kategori olahraga itu.

Perdaningrum mengatakan, mengacu pada Undang-Undang No. 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, olahraga dibagi menjadi tiga kategori, yakni olahraga prestasi, pendidikan, dan rekreasi. Jenis olahraga yang ditujukan untuk rekreasi pengelolaannya di bawah organisasi Formi.

Menurut dia, Formi tak hanya membawahkan olahraga yang ditujukan untuk rekreasi, di dalamnya juga termasuk olahraga khusus, di antaranya olahraga bagi mereka dengan kebutuhan khusus. ”Kita masih terus mensosialisasi ke masyarakat Indonesia bahwa olahraga rekreasi itu perlu dikembangkan untuk anak-anak,” ujarnya. “Setelah dewasa nanti dia (anak-anak) mencintai olahraga, sehingga bisa berprestasi dan akan lebih mudah mencari bibit-bibit baru,” kata Perdaningrum.

Perdaningrum mengatakan, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat edaran meminta seluruh daerah membentuk pengurus Formi. Organisasi itu belum lama ini sudah mendapat kucuran dana dari APBN.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, semangat olahraga Formi untuk memasyarakatkan olahraga dan bagaimana membuat masyarakat gemar berolahraga. ”Kalau di KONI identik untuk prestasi, pada saat yang bersamaan masyarakat berolahraga tidak dalam rangka prestasi semata,” katanya. ”Perlu ada organisasi yang mewadahinya.”

Menurut dia, untuk melengkapi cabang olahraga di Formi, ada sejumlah olahraga tradisional yang bisa diusulkan untuk masuk di dalamnya. Dia mencontohkan, di antaranya Gendang Penca, serta Benjang, termasuk sejumlah permainan tradisional anak-anak seperti Gatrik, Galah, Sondah, Sorodot Gaplok, hingga Jajangkungan. ”Pokoknya jenis olahraga apa pun di masyarakat, atau dibikin baru, sepanjang orientasinya memasyarakatkan olahraga dan menyehatkan masyarakat perlu kita kembangkan,” kata Heryawan.

AHMAD FIKRI