AP/Dita Alangkara
Topik
Presiden RI Buka Konferensi Gerakan Non Blok
TEMPO Interaktif, Nusa Dua – Presiden RI Susilo, Bambang Yudhoyono, hari ini, Rabu, 25 Mei 2011, membuka Konferensi Tingkat Menteri ke-16 Gerakan Non Blok di Nusa Dua, Bali. Acara ini sekaligus memperingati Gerakan Non Blok (GNB) ke -50.
Dalam pidatonya, presiden menekankan pentingnya kebersamaan antar negara anggota GNB walaupun masing-masing memiliki latar belakang berbeda. Presiden juga menegaskan agar GNB tidak hanya menjadi gerakan moral, tetapi juga menjadi senjata yang bisa digunakan secara efektif untuk masalah-masalah yang menjadi agenda internasional.
Konferensi tahun ini diikuti oleh 86 dari 118 anggota Non Blok, 12 negara observer, dan 16 negara tamu. Ke-12 negara observer, yakni Argentina, Bosnia, Brasil, Cina, Meksiko, Serbia, Ukraina, Costa Rica, Fiji, Kyrgystan, Montenegro dan Guinea Bissau. Adapun negara tamu antara lain Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Portugal, Spanyol, Turki, Swiss dan Amerika Serikat.
Libya yang tercatat sebagai anggota tidak dilibatkan dalam konferensi tahun ini terkait situasi politik di negara kaya minyak itu. Menurut Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, ada dua kelompok dari Libya yang ingin menghadiri konferensi, yakni pihak pemerintah dan pemberontak. “Itulah alasan mengapa Libya tidak dilibatkan,” kata Marty.
SUNARIAH





