Topik
Ratusan Guru Palembang Tak Terima Tunjangan Hingga Setahun
TEMPO Interaktif, Palembang - Sekitar 300 orang guru pegawai negeri di Palembang, Rabu, 25 Mei 2011, mendatangi Gedung DPRD Sumatera Selatan. Mereka mengadukan belum menerima tunjangan profesi dari Januari 2010 hingga Mei 2011. Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sumsel, A. Jauhari, dan puluhan anggota Dewan.
Ketua PGRI Kota Palembang, Ahmad Zulinto, Spd, M.M., mengatakan seharusnya tunjangan profesi telah mereka terima pada bulan Desember 2010. Namun, kenyataannya hingga kini belum ada kejelasan dari Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan.
Sebelum mendatangi Gedung Dewan, Zulinto menuturkan mereka sudah beberapa kali mempertanyakan hal ini kepada pihak terkait secara lisan dan tertulis.
Kedatangan tenaga pendidik ini juga diikuti sekitar 144 tenaga pengawas, mulai dari TK sampai dengan SMP.
Farida, salah seorang guru PNS di SMA swasta, mengatakan tunjangan profesi sangat mereka butuhkan untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan juga persiapan membayar kuliah putranya.
Dalam pertemuan dengan pihak Dewan, terungkap sebanyak 331 orang guru dan tenaga pengawas belum menerima uang tunjangan dari bulan Januari 2010.
Lukman Haris selaku Sekretaris PGRI Palembang mencatat keterlambatan paling lama dialami oleh 71 tenaga guru SMA/SMK Swasta selama setahun, sebanyak 116 guru SMA/SMK negeri selama tujuh bulan, serta tenaga pengawas TK sampai SMP sebanyak 144 orang yang tidak mendapatkan tunjangan selama lima bulan.
A. Jauhari menuturkan pihaknya akan memanggil pejabat terkait untuk mengetahui duduk persoalan lebih jelas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumsel melalui Drs. Sahrizal Irfan M.M., Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Karir Pendidik dan Kependidikan (PMPTK), membenarkan keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru bersertifikasi itu.
Menurut Sahrizal, hingga kini mereka masih menantikan kejelasan dari Kementerian Pendidikan Nasional. "Secepatnya setelah mendapat petunjuk dari Kementerian maka akan segera kami bayarkan kepada pendidik," tutup Syahrizal.
PARLIZA





