foto

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. TEMPO/Dinul Mubarok

Investasi Sektor Energi Butuh Rp 1.480 triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kebutuhan investasi di sektor Enegri Sumber Daya dan Mineral mencapai Rp 1.480 triliun. Menurut Menteri ESDM, Darwin Z Saleh, dari jumlah itu pemerintah melalui APBN hanya bisa menyumbang 5,45 persen. ''"Kementrian hanya bisa berkontribusi Rp 80,7 triliun,'''' kata dia dalam rapat dengan Komisi Energi, Kamis 26 Mei 2011.

Sedangkan badan usaha negara, hanya bisa menyumbang Rp 383 triliun atau 25,9 persen. Porsi terbesar sumbangan investasi berasal dari swasta, yakni 68,6 persen atau Rp 1.015 triliun.

Untuk itu, kata Darwin, butuh iklim investasi yang baik dan kepastian hukum dalam investasi, serta dukungan dari DPR dan lembaga lain.

Darwin berharap, jika investasi berjalan lancar, maka bisa menjamin pasokan energi, penerimaan negara naik dan neraca perdagangan bisa surplus. ''''Impor juga berkurang dan subsidi BBM dan listrik bisa berkurang,'''' ujarnya.

Sebelumnya, presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Ron Aston, menjelaskan perlu peningkatan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak seiring dengan naiknya konsumsi, hingga dibutuhkan investasi sebesar US$ 23 miliar per tahun.
Menurut Ron untuk mendorong para investor agar menanamkan modalnya di Indonesia, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi oleh pemerintah. Para kontraktor migas juga meminta pemerintah untuk menyediakan peraturan yang dapat memfasilitasi prosedural perizinan yang selama ini rumit, menjadi lebih mudah dan cepat.

”IPA sangat yakin perubahan ini akan membawa dampak yang besar untuk meningkatkan produksi,”kata dia. IPA juga menginginkan proses perpanjangan kontrak yang bersih dan transparan untuk menghindari turunnya
investasi.

 

NUR ROCHMI