foto

Seorang petani di Kecamatan Batur Banjarnegara yang terletak di Kawasan Pegunungan Dieng sedang mencangkul di ladangnya. TEMPO/Aris Andrianto

Radius 500 Meter Kawah Gunung Dieng Dikosongkan

TEMPO.CO, Jakarta - Semarang - Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah meminta warga di sekitar Kawah Dieng tidak mendekati gunung yang saat ini mengeluarkan Co2 (karbondiaksida) yang mengandung unsur membahayakan. "Co2 dari kawah Dieng sangat berbahaya karena beracun," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Kamis, 26 Mei 2011.

Teguh menyatakan 500 meter radius dari Dieng yang harus diamankan dan disterilkan dari aktivitas warga. Kawah Dieng berubah statusnya dari normal ke waspada karena ada peningkatan gas beracun yang keluar dan ada penambahan kegempaan.

Saat ini, kata Teguh, sudah dipasang pagar pembatas agar masyarakat tidak mendekat ke kawah Dieng. Pagar dipasang melingkar di luar kawah Timbang. Selain itu juga sudah dipasang alat untuk memantau perubahan gas beracun yang keluar. Kamis siang, menurut Teguh, ada kecenderungan penurunan keluarnya gas cO2 dan kegempaan. Tapi hingga kini statusnya masih tetap waspada.
"Belum ada tanda-tanda penurunan status," kata Teguh.

Sebelumnya, sejumlah warga di sekitar kawah Timbang di kawasan Gunung Dieng, Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur Banjarnegara mengaku panik dan trauma dengan kondisi kawah yang mengeluarkan gas beracun. Mereka khawatir insiden keluarnya gas beracun tahun 1979 yang menewaskan 149 orang.

Kemarin, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Tunut Pujiharjo mengatakan, gas mulai terdeteksi sejak 23 Mei 2011. Erupsi freatik terakhir Gunung Dieng terjadi di Kawah Sileri pada 27 September 2009. Erupsi saat itu mengeluarkan semburan berupa lumpur.



 



ROFIUDDIN