foto

Kendaraan truk mengambil jalur alternatif menuju Tanjung Priok di pintu tol Tomang, Jakarta. ANTARA/ Dhoni Setiawan

Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh  

TEMPO.CO, Jakarta - Aksi mogok ratusan sopir truk peti kemas membuat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok terhenti sepanjang pagi hingga siang, Jumat, 27 Mei 2011. Para sopir menuntut pembatasan waktu truk masuk jalan tol dalam kota Jakarta dicabut dan pungutan liar dihapus.



"Sudah dari pagi mereka mogok. Hanya beberapa truk boks kecil yang masih beroperasi, sedangkan truk peti kemas mogok semua," kata petugas di Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Imam, Jumat, 27 Mei 2011.



Aksi mogok dilakukan ratusan sopir truk di Terminal Peti Kemas 3 Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para sopir ini berorasi dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Mogoknya para sopir membuat Pelabuhan Tanjung Priok seperti mati suri. Dalam pelabuhan tak banyak truk yang melintas. Pos 9 yang setiap harinya selalu dipadati truk, siang ini terlihat lengang.

Di dalam pelabuhan, truk-truk banyak diparkir di terminal-terminal peti kemas. Hanya satu-dua mobil boks yang terlihat melintas di jalan di komplek pelabuhan. Seorang sopir truk yang ikut berdemo, Andika Puri, mengatakan truk-truk mereka memang tak beroperasi. "Ada di garasinya," kata dia.

Mogoknya ratusan sopir truk ini juga membuat tiga akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Priok tampak lengang. Ketiga ruas jalan tersebut yaitu Jalan Yos Sudarso, Jalan RE Marthadinata, dan Jalan Cilincing Raya. Hanya beberapa truk pengangkut tabung gas yang terlihat melintas.

Aksi demo sopir truk ini terkait keberatan mereka terhadap pembatasan truk di jalan tol dalam kota dan banyaknya pungutan liar di pelabuhan. Mereka mengancam akan terus mogok sampai tuntutan tersebut direspons oleh pemerintah.

DWI RIYANTO AGUSTIAR