Induk Usaha BUMN Perkebunan Terbentuk Kuartal III

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan pembentukan perusahaan induk sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di sektor perkebunan, yaitu PT Perkebunan Nusantara I (Persero) hingga PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia terbentuk tahun ini.

"Mudah-mudahan pada kuartal ketiga akan segera rampung, atau selambat-lambatnya pada akhir tahun," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Senin, 30 Mei 2011.

Saat ini, konsep induk BUMN perkebunan masih dalam proses finalisasi di tingkat Kementerian Keuangan. Nantinya induk tersebut akan membentuk empat sub induk, di antaranya karet dan sawit I, sawit dan karet I, teh dan aneka tanaman, dan gula.

Setelah induk rampung, pemerintah akan mendorong sejumlah PTPN untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di pasar saham. Beberapa PTPN yang dinilai memiliki kondisi baik, antara lain PTPN III, PTPN IV, PTPN V, PTPN VII, dan PTPN XIII.

Nantinya, akan diatur PTPN apa yang akan didahulukan untuk melakukan IPO. Namun, Kementerian akan mendahulukan IPO untuk PTPN yang memproduksi kelapa sawit dan karet, mengingat sedang baiknya harga komoditas tersebut di pasaran saat ini.

Induk BUMN perkebunan adalah salah satu strategi perampingan BUMN yang dicanangkan Kementerian BUMN. Setelah induk dibentuk, kapitalisasi pasarnya diperkirakan bisa mencapai Rp 20 triliun dengan kemampuan mendapat pembiayaan perbankan mencapai 1,5 kali dari total tersebut.

EVANA DEWI