Goodluck Jonathan. AP/Remy de la Mauviniere
Topik
Goodluck Jonathan Jadi Presiden Nigeria, 10 Tewas
TEMPO.CO, Sedikitnya 10 tewas dan sekitar 25 lainnya cedera setelah sebuah bom meledak di dekat barak militer di utara Nigeria. Serangan bom ini hampir bersamaan dengan pelantikan Presiden Goodluck Jonathan.
Ledakan keras itu menghantam pasar Mamy di kota Bauchi, Ahad, 29 Mei 2011 malam waktu setempat. Seluruh korban luka dilarikan ke rumah sakit. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan mematikan itu.
Serangan bom berlangsung beberapa jam setelah Presiden Nigeria Goodluck Jonathan diambil sumpahnya sebagai presiden terpilih di ibu kota Abuja.
Setelah itu disusul ledakan kedua dari sebuah bom lebih kecil menghantam sebuah kedai minuman keras di Zuba di luar kota Abuja menyebabkan beberapa orang terluka.
Serangan bom yang menghantam pasar Mamy, menurut pejabat setempat, terjadi pada pukul 20.30 malam, dirasakan sangat kuat.
"Banyak orang kehilangan nyawa akibat ledakan tersebut. Saat itu, sejumlah orang sedang santai, makan, dan minum," kata Komisari Polisi Negara Bagian Bauchi Abdulkadir Indabawa.
Barak militer Nigeria, beberapa di antaranya berada di dekat pasar kecil yang digunakan oleh para pedagang menjual makanan, minuman, dan barang-barang kebutuhan lainnya untuk tentara dan penduduk sipil.
Polisi mengatakan, akibat ledakan tersebut, lima oang tewas kendati sumber di rumah sakit menyatakan kepada BBC bahwa mereka melihat sedikitnya 10 mayat bahkan kemungkinan lebih.
Wartawan BBC di Abuja Jonan Fisher mengatakan, tak satupun kelompok mengaku berada di balik serangan saat Presiden Jonathan dilantik.
Goodluck Jonathan terpilih menjadi presiden untuk jabatan kedua kalinya setelah sebelumnya dia menjadi wakil presiden menggantikan presiden yang telah wafat pada 2010, Umaru Yar''adua.
Pemilihan umum April lalu yang dianggap berjalan bebas dan rahasia oleh sejumlah pengamat, namun menyebabkan ratusan orang meninggal akibat kerusuhan dan pembunuhan selama tiga hari di kota-kota di utara menyusul pengumuman hasil pemilihan umum.
Jonathan dalam pemilihan umum itu meraih 60 persen suara, sementara penantanganya dari kelompok Muslim di utara dan seorang mantan pejabat militer Muhammadu Buhari hanya mendapatkan 32 persen suara.
Para pengamat mengatakan bahwa Jonathan, dalam kepemimpinannya kelak, harus mengurangi konflik yang telah lama berlangsung antara kelompok Kristen dengan Muslim, termasuk perebutan kilang minyak di Nigeria.
"Kami tidak akan mentotelir perbedaan kepercayaan dan iman untuk saling menyerang," ucapnya pada acara pelantikan Jonathan.
BBC | CA





