Jusuf Kalla. TEMPO/Eko siswono Toyudho
Topik
Jusuf Kalla Ingin Bangun Pabrik Kantong Darah
TEMPO.CO, Kupang - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla, berencana membangun pabrik kantong darah di Indonesia. Pembangunan pabrik itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan kantong dari Singapura.
"Selama ini kebutuhan kantong darah di Indonesia didatangkan dari Singapura. Oleh sebab itu, JK (Jusuf Kalla) berencana bangun pabrik," kata Kepala Divisi Penanggulangan Bencana (PB) PMI, Arifin Muhammad, ketika membawakan materi pada sosialisasi tentang Palang Merah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin 30 Mei 2011.
Rencananya, menurut dia, pabrik itu akan dibangun di Cikarang, Jawa Barat, tahun ini. Untuk membangun pabrik, PMI akan bermitra dengan sebuah perusahaan asing. "Ini dalam rangka membantu meningkatkan kapasitas pemerintah dalam menyediakan kantong darah," katanya.
Selama ini, lanjut Arifin, masyarakat selalu membeli darah karena kantong darah di Indonesia masih didatangkan dari Singapura. Dengan dibangunnya pabrik kantong darah, diharapkan harga darah semakin murah. "Biaya darah mahal karena kantong darah kita datangkan dari luar negeri," katanya.
Dia mengatakan kebutuhan darah di Indonesia juga masih jauh dari harapan. Saat ini baru 2,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mendonorkan darah. Stok darah yang tersedia setiap hari pun masih kurang sekitar 2 juta kantong. Padahal, kebutuhan ideal, yaitu 4 juta kantong per hari harus tersedia di seluruh unit transfusi darah di Indonesia.
"JK berharap dalam sehari terdapat 4 juta kantong darah yang ditransfusi untuk kebutuhan masyarakat, namun belum terpenuhi," katanya.
Sementara itu, staf Divisi PB PMI, Bevita Duy, menambahkan PMI telah memiliki sejumlah peralatan penunjang evakuasi korban bencan, di antaranya 10 helikopter, ambulans, mobil dapur umum.
YOHANES SEO





