Nunun Nurbaetie. TEMPO/Novi Kartika
Infografis
Nunun Diketahui di Bangkok, Menunggu Pemulangan
TEMPO.CO, Jakarta - Nunun Nurbaetie, tersangka kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004, mulai terendus keberadaannya. Istri anggota Komisi Hukum DPR Adang Daradjatun itu disinyalir kuat berada di ibu kota Thailand, Bangkok, dan sedang menunggu proses pemulangan ke Tanah Air.
Pemerintah Thailand sudah menerima surat pemberitahuan resmi ihwal pencabutan paspor Nunun dari Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Bangkok. KBRI menerima pemberitahuan dari Pemerintah Indonesia pada Jum''at pekan lalu dan langsung meneruskan surat itu ke Pemerintah Thailand kemarin.
Pencabutan paspor Nunun dinyatakan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, Kamis 26 Mei 2011. Pencabutan dilakukan Direktur Jenderal Imigrasi dengan pertimbangan Nunun Nurbaetie berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap bernilai miliaran itu.
Menurut Patrialis, pihaknya telah menerima surat permohonan pencabutan dari Komisi Pemberantasan Korupsi. "Hari ini sudah resmi dicabut. Surat KPK lima menit lalu baru menuju kantor," kata Patrialis menjelang sidang kabinet di Istana Kepresidenan, kemarin.
Patrialis mengatakan, surat KPK ditujukan ke Dirjen Imigrasi, ditandatangani Ketua KPK Busyro Muqqodas. Usai pencabutan paspor Nunun, Dirjen Imigrasi langsung berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Dengan pencabutan paspor ini, Nunun tidak lagi punya izin tinggal di luar negeri. Selanjutnya, Nunun juga tidak bisa pergi kemana-mana dari negara tempat dia bersembunyi selama ini.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Nunun sebagai tersangka sejak Februari 2011. Pihak Nunun berdalih istri bekas Wakil Kepala Polri itu sakit dan lupa ingatan, lalu berobat di Singapura. Namun, pihak keluarga dan Adang tak pernah menunjukkan tempat persisnya Nunun berada.
Duta Besar RI di Thailand, Muhammad Hatta ,ketika dihubungi mengatakan pihaknya belum mengetahui kabar penangkapan Nunun. KBRI juga belum mendapat informasi persis soal keberadaan Nunun di Thailand.
"Kami belum mendapat informasi itu, yang kami tahu hanya ''suara burung'' bahwa Bu Nunun keluar-masuk Thailand," kata Hatta. "Kami masih minta tolong mengecek paspor yang bersangkutan ke pihak imigrasi Thailand."
KBRI tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pencarian warga Indonesia di negara lain. Kalaupun benar Nunun ditemukan di Thailand, Hatta mengatakan, hal itu pasti dilakukan oleh aparat keamanan Thailand. "Lalu diserahkan ke Pemerintah Indonesia," ujar dia.
MAHARDIKA SATRIA HADI





