foto

Mohammad Nazaruddin. TEMPO/Edi Wahyono

Pancasila Diperingati di Gunung Lemongan  

TEMPO.CO, Lumajang - Intelijen Kepolisian Resor Kabupaten Lumajang mengawasi jalannya diskusi publik peringatan Hari Kelahiran Pancasila ke-66 yang diselenggarakan Laskar Hijau, kelompok masyarakat peduli lingkungan, di Paseban Agung Sonyoruri di Lereng Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 31 Mei 2011.

Diskusi publik bertema "Meneguhkan Pancasila, Menegakkan Kedaulatan Rakyat" dihadiri aktivis mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur dan beberapa kelompok kritis di Lumajang. Ketua Panitia Diskusi Publik, Aak Abdullah Al Kudus, dalam sambutannya mengatakan peringatan itu dimaksudkan untuk mengingatkan kembali Pancasila. "Pancasila masih tetap relevan dengan garis perjuangan bangsa," kata Aak.

Para peserta yang hadir antara lain dari aktivis mahasiswa Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Airlangga Surabaya, Forum Silaturahmi Warga Desa Wotgalih (Foswot), dan forum Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM). Foswot dikenal kritis melawan rencana penambangan pasir besi di pesisir pantai Selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang. Sedangkan MPPM merupakan kelompok masyarakat yang getol menyuarakan perlindungan kelestarian peninggalan Majapahit di Kabupaten Lumajang.

Para narasumber yang turut menyumbangkan pemikiran adalah, Bambang Budiono (Direktur Pusat Studi HAM Universitas Airlangga), Nanang R. Hidayat (penulis buku Mencari Telur Garuda), Halim HD (budayawan dan pengelana jagad kelahiran Serang, Banten), dan Komisaris Polisi Bambang Sugeng (Polres Lumajang).

Dalam paparannya, Bambang Sugeng menyatakan semua kelompok kritis adalah sahabat polisi. "Semua aksi masyarakat asalkan melalui jalur yang benar kami dukung," kata Bambang.

DAVID PRIYASIDHARTA