foto

Kantor pemantau laut di Scripps Institution of Oceanography, San Diego, Amerika Serikat.

Inilah Jejaring Radar Terbesar di Dunia  

TEMPO.CO, San Diego - Sebuah jejaring sistem radar frekuensi tinggi yang dirancang untuk memetakan arus permukaan samudra kini memberikan detail dinamika pantai samudra sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat. Sejak dasawarsa lalu, jejaring itu telah berkembang dari beberapa radar menjadi jejaring terbesar di dunia, terdiri atas kumpulan radar di 78 tempat.

Analisis yang dilakukan Sung Yong Kim, peneliti di Scripps Institution of Oceanography, University of California, San Diego, melaporkan sejumlah aspek ilmiah sirkulasi permukaan pantai derivasi dari jejaring radar Pantai Barat berfrekuensi tinggi, yang dioperasikan oleh satu tim ahli oseanografi.

Para peneliti melakukan observasi sintesis arus permukaan selama beberapa tahun yang diperoleh dari pusat data tersentralisasi, hasil desain dan dioperasikan oleh Scripps. Proyek itu didukung Sistem Observasi Samudra Terintegrasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh NOAA.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengetahui bahwa arus samudra di permukaan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor yang sangat kompleks. Sejumlah faktor yang berpengaruh antara lain pasang-surut pantai, angin, rotasi bumi, sinyal sinoptik samudra, dan interaksi kekuatan tersebut. Namun, kontribusi relatif berbagai faktor itu sangat spesifik pada lokasi tertentu dan sulit untuk diprediksi.

Dengan kemampuan mengambil data pada skala kilometer hingga 150 kilometer lepas pantai dan 2.500 kilometer dari garis pantai, para ilmuwan dapat melaporkan bagaimana jejaring ini membantu menetapkan perbedaan geografi berbagai dinamika tersebut dan mengilustrasikan bagaimana sistem itu dapat mengkarakterisasi fenomena seperti transisi musiman sirkulasi permukaan sepanjang pantai, pusaran air berdiameter kurang dari 70 kilometer, dan gelombang yang terjebak. "Jejaring radar ini memberi detail sirkulasi permukaan pantai dan dinamika samudra dengan resolusi kilometer dan tiap jam," kata Kim.

SCIENCEDAILY | TJANDRA