Sepak Takraw. TEMPO/Iqbal Lubis
Topik
Pra-PON Sepak Takraw Sulsel Optimistis Raih Tiket
TEMPO.CO, Makassar -- Peatih tim pra-PON (Pekan Olahraga Nasional) sepak takraw Sulawesi Selatan, Muh. Rustam, mengaku cukup optimistis timnya dapat lolos pada pra-PON, yang akan diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah, 18-25 Juni 2011. "Insya Allah, kami yakin dapat tiket ke PON nanti," kata Rustam saat ditemui di Kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan Bantabantaeng, Makassar, 2 Juni 2011.
Optimisme yang melandasi dia, sebab pada PON 2008 yang dilaksanakan di Kalimatan Timur, sepak takraw Sulsel berhasil memboyong dua emas, tiga perak dan satu perunggu. Untuk mendapatkan tiket PON 2011 di Palembang November mendatang, tim Sulsel terlebih dahulu harus bersaing berat dengan kontingen Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo dan Kalimatan Timur.
"Itu semua pesaing berat kita untuk bisa masuk delapan besar," ujar Rustam.
Tim Sulsel akan bermain di semua kategori, yakni beregu dan double event putra dan putri.
Menurut Rustam, kondisi timnya saat ini cukup bagus. Dia memperkirakan, dari segi materi latihan dan persiapan lainnya, sejauh ini sudah sekitar 80 persen.
Di tim sepak takraw sendiri memiliki 24 total pemain. 12 orang di tim putra dan 12 di tim putri. Selain pemainnya terdiri dari mahasiswa, juga ada dari kalangan pelajar dan pegawai. Saat ini semuanya tengah menjalani latihan pemusatan, dan beberapa kali telah mengadakan uji coba pertandingan. Terakhir di lapangan kantor gubernur Sulsel, Rabu lalu.
Rata-rata pemain diakui oleh pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel ini, merupakan jebolan dari Pekan Olahraga Daerah, yang dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, beberapa waktu lalu. Selebihnya adalah hasil seleksi dari beberapa kabupaten kota se-Sulsel.
Meski demikian, Rustam cukup mengeluhkan kebijakan baru panitia pra-PON yang membatasi umur pemain. "Sekarang ini yang bisa diikutkan pemain kelahiran 1987 atau 1988. 1986 ke bawah itu tidak bisa lagi," ujarnya.
Selain itu, kondisi infrastruktur di Sulsel, seperti tempat latihan masih sangat minim dan kurang mendukung kelancaran para pemain untuk latihan. Makanya dia berharap, pemerintah memperhatikan keluhan tim sepak takraw ini dan kedepannya semua bisa berjalan lancar.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, Nukhrawi Nawir, mewanti-wanti agar sepak takraw dapat mengamankan tiket ke PON. Dan memang sebelumnya, kata dia, tim ini tidak pernah dianggap enteng oleh tim lain.
Sebab, kata Nukhrawi, nama-nama pemainnya, seperti Muhammad Nasrum, Suhartini, Nur Qadri Yanti, dan Asmawati Umar serta Jumasiah merupakan pemain yang sudah membela Indonesia di pentas internasional.
IRFAN ABDUL GANI





