Warga Yogyakarta Keluhkan Cuti Bersama  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Libur panjang dan cuti bersama selama empat hari, mulai Kamis, 2 Juni hingga Minggu, 5 Juni 2011 ternyata mengecewakan banyak warga. Pasalnya, pelayanan umum seperti Dinas Sosial, Dinas Perizinan, dan Jaminan Kesehatan ikut tutup. Kantor-kantor layanan itu berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta.




“Banyak Mas yang kecele. Ada yang mau legalisir akte, Kartu Menuju Sejahtera, ada uang mau ke bank yang ada di kantor Dinas Perizinan,” kata Didik S, salah satu petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di pos pintu masuk Balai Kota Yogyakarta, Jumat 3 Juni 2011.

Padalah, ia sudah memasang tulisan “kantor libur” di pintu gerbang. Tulisan itu ia bawa dari rumah. Namun, masih banyak warga yang tidak tahu kalau hari Jumat, 3 Juni 2011 merupakan cuti bersama nasional.

Bahkan, kata dia, ada seorang bapak yang membawa anaknya yang sakit untuk melegalisir kartu jaminan kesehatan guna menebus obat anaknya tersebut. Oleh sebab itu, sangat disayangkan layanan umum, terutama yang bersinggungan dengan sakit dan obat, tidak buka saat dibutuhkan warga.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kota Yogyakarta, Kris Sarjono Sutejo, menyatakan instansi seperti Dinas Perizinan memang tutup karena libur cuti bersama. Pasalnya, hal ini sudah merupakan keputusan pemerintah pusat maupun pemerintah kota.

Namun, katanya, pelayanan publik yang sifatnya 24 jam tetap ada yang piket, seperti pelayanan di kantor pemukiman dan prasarana wilayah, dinas perhubungan, puskesmas 24 jam, satuan polisi Pamongpraja, dan pemadam kebakaran.

Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, menyatakan khusus untuk sekolah-sekolah tetap mengikuti kalender sekolah, tidak ada libur bersama kecuali tanggal merah. “Sekolah-sekolah sesuai dengan hari efektif belajar, sesuai dengan kalender pendidikan,” kata dia.

MUH SYAIFULLAH