foto

Anggota DPR RI Maruarar Sirait. Tempo/Nanang Sutisna

PDIP Tak Ragu Dukung SBY Jika Kebijakannya Pancasilais  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, menegaskan partainya tak akan ragu untuk mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono asalkan kebijakan yang diterapkannya benar-benar Pancasilais. Menurut penilaiannya, semangat Pancasilais itu memang belum begitu kentara dalam berbagai kebijakan pemerintah saat ini.



 



Ia pun mengaitkan indikator itu dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, Mei lalu, yang menunjukkan turunnya popularitas Demokrat dari 20,85 persen perolehan suara pada Pemilu 2009 dan kini tinggal 18,9 persen. Sementara itu, partainya sendiri, PDIP, membayangi Demokrat dengan kenaikan signifikan dari posisi ketiga dengan 14,09 suara pada Pemilu 2009 lalu menjadi 16,7 persen dalam survei tersebut. Sementara itu, Golkar turun ke posisi ketiga.



 



“Masyarakat yang menilai kebijakan yang ada apakah sudah menerapkan nilai-nilai Pancasila atau belum. Kalau kebijakan SBY Pancasilais, kita tak ragu mendukungnya,” kata Ara, panggilan akrab Maruarar, usai mengikuti acara kampanye Pemilukada di Kulonprogo, Yogyakarta, Sabtu, 4 Juni 2011 kemarin.



 



Ara menilai sejumlah sikap PDIP yang menentang kebijakan impor beras, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), penundaan pembangunan gedung DPR, juga penanganan kasus Century, menjadi catatan yang diperhatikan masyarakat sehingga mendorong popularitas suara partai banteng moncong putih ini kembali meningkat. “Kita tunggu janji pemerintah untuk menerapkan kebijakan pancasilaisnya,” kata Wakil Bendahara PDIP di DPR itu.



 



Janji terdekat yang ditunggu, kata Ara, misalnya soal revisi kontrak karya sejumlah investasi asing, seperti Freeport, Exxon, Newmont, dan lainnya, di mana kepemilikan dan bagi hasil untuk Indonesia menjadi lebih dominan ketimbang untuk para investor asing tersebut.



 



Di samping itu, kata Ara, rakyat juga masih menunggu sikap tegas pemerintah untuk menindak tegas aksi anarkis yang sering terjadi belakangan ini. "Yang mengatasnamakan agama, suku, dan lainnya.”



 



Dalam tiga tahun ke depan hingga Pemilu 2014 mendatang, Ara optimistis dapat menyusul selisih popularitas suara dengan Demokrat itu. "Kami punya komitmen, tidak ngiler dengan tawaran kursi kekuasaan jika itu tak berpihak kepentingan rakyat, kami tetap oposisi," kata dia.



 



PRIBADI WICAKSONO