TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
Kredit Belum Dicairkan Pemohon di Mandiri Capai Rp 53 Triliun
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri melaporkan pada kuartal pertama 2011, dana kredit yang belum dicairkan oleh pemohon (undisbersed loan) mencapai angka Rp 53 triliun. Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan angka tersebut tak beda jauh dengan bulan-bulan sebelumnya.
“Flat dibanding posisi bulan-bulan sebelumnya,” kata Pahala kepada Tempo pada Minggu malam, 5 Juni 2011 kemarin. Kredit yang dicairkan Bank Mandiri pada kuartal pertama 2011 itu sendiri mencapai Rp 214,8 triliun, meningkat 25 persen year on year (yoy).
Jika dibandingkan dengan angka penyaluran kredit, Pahala mengatakan persentase kredit yang belum dicairkan pemohon lebih kecil dari bulan-bulan sebelumnya. Penyaluran kredit Mandiri meningkat, sedangkan angka undisbersed loan stagnan. “Artinya, pemanfaatan kredit meningkat,” tutur Pahala.
Pahala memperkirakan kredit tersebut belum dicairkan oleh pemohon salah satu sebabnya karena perusahaan pemohon memiliki arus kas yang baik sehingga mereka menggunakan dana sendiri. “Karena cash flow yang baik,” kata Pahala.
Sebagian besar kredit Mandiri pada kuartal pertama 2011 disalurkan ke sektor korporasi. Kredit di sektor korporasi pada kuartal pertama 2011 mencapai Rp 85,1 triliun, lebih tinggi 14,3 yoy. Disusul kemudian oleh sektor komersial sebesar Rp 64,7 triliun, meningkat 32 persen yoy. Di urutan berturut-turut adalah sektor konsumer, usaha kecil, lalu kredit mikro.
Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Bank-bank Negara (Himbara), Gatot M. Suwondo, mengatakan hingga Maret 2011 kredit yang belum cair (undisbursed loan) mencapai Rp 623 triliun atau 34,3 persen dari total dana kredit.
ANANDA BADUDU





