Tersangka tindak pidana teroris Imron Byhaqi alias Mustofa alias Mustafa alias Abu Tholut. TEMPO/Andry Prasetyo
Topik
Anak Buah Abu Tholut Buronan Polisi
TEMPO.CO, Jakarta - Anak buah Abu Tholut ditengarai menjadi buronon polisi Palu terkait penembakan terhadap dua orang polisi beberapa waktu lalu.
Insiden penembakan personel polisi 25 Mei lalu di Bank BCA kota Palu, Sulawesi Tengah, menurut polisi masih menyisakan beberapa buronan. Berikut beberapa nama yang diindikasikan menjadi buron, antara lain Yasin, Papa Enal, Bado, alias Osama.
Yasin merupakan salah satu dedengkot kelompok Tanah Runtuh. Jemaah Islamiyah, tahun 2000, menjadikan Tanah Runtuh sebagai basis pelatihan warga Poso. Mantiqi III yang membawahkan Poso melaksanakan dua macam kegiatan: keagamaan dan kemiliteran.
Proyek ini dinamakan Uhud. Abu Tholut selaku Ketua Mantiqi III langsung memimpin pelatihan. Ia membawahkan pelatih, tergabung dalam Tim Asykiri yang terdiri dari 10 orang dengan spesialisasi teknik militer dan mengenal senjata api.
Ustad Yasin menjadi bagian yang memberikan penguatan pelajaran agama. Alumni Universitas Diponegoro itu diakui oleh terpidana Muhammad Basri sebagai guru mengajinya. Yasin menyerahkan diri sehari setelah polisi menyerbu markas Kelompok Tanah Runtuh di Kelurahan Gebang Rejo Poso Kota pada 22 Januari 2007. Selang beberapa bulan kemudian, Oktober 2007, ia divonis lima tahun oleh Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tenggara.
Anang Muhtadin alias Papa Enal, salah satu murid Ustad Yasin, yang sekarang buron, juga bukan orang baru dalam konflik Poso. Enal yang pernah ditangkap pada 11 januari 2007 terlibat penyerangan Pasar Donggala pada 24 Januari 2004, pembunuhan Pendeta Susanti Tinulele di Palu pada 18 Juli 2004, dan penembakan Khasrin Lajidin pada 2005.
Anang yang sudah divonis empat tahun pada Oktober 2007 mengakui saat penembakan pendeta Susanti, Enal bersama Basri yang sekarang sudah divonis. Begitu juga saat penembakan Khasrin, ia bersama Enal Tao.
Sedangkan Bado alias Osama, dahulu pernah ditangkap pada 18 Oktober 2003 setelah penyerangan di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada 10 Oktober 2003. Penyerangan mengakibatkan dua orang tewas dan puluhan rumah dibakar.
EVAN/PDAT/DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER





