Bus kopaja P 16 Jurusan Ciledug-Tanah Abang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Terkait Tabrakan Maut, Warga Larang Kopaja 16 Beroperasi
TEMPO.CO, Jakarta - Bus Kopaja 16 jurusan Ciledug-Tanah Abang, hari ini, Selasa, 7 Juni 2011, dilarang beroperasi oleh warga Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Larangan itu terkait kecelakaan yang terjadi Rabu pekan lalu yang menyebabkan seorang warga tewas. Warga merasa kesal karena hingga hari ini pengelola angkutan umum itu belum menemui keluarga korban.
"Ini bentuk kekesalan dan protes kami karena mereka tidak kunjung menemui keluarga korban," kata Rohim, Ketua RT 1 RW 3, saat ditemui di lokasi.
Aksi itu dilakukan warga sejak pukul 10.00. Setiap bus Kopaja 16 yang melintas di Jalan Kedoya Raya dipaksa untuk menurunkan penumpang. Bus Kopaja yang telah dikosongkan itu kemudian dikumpulkan warga di sebuah lapangan. "Sampai sekarang, ada sekitar 22 bus yang kami kandangkan," ujar Rohim.
Menurut Rohim, bus-bus itu baru akan dilepas setelah perwakilan warga dan pengelola Kopaja selesai berunding di kantor Kelurahan Kedoya Selatan. "Mungkin sekitar pukul 14.00 nanti akan kami lepaskan," ujar Rohim.
Akibat aksi warga itu, arus lalu lintas di Jalan Kedoya Raya menjadi tersendat. Beberapa penumpang yang dipaksa turun oleh warga sempat kesal dengan ulah tersebut. "Saya bisa terlambat jika dihadang begini. Kalau saya terlambat dan gaji saya dipotong, apa warga mau ganti rugi," kata Joko, salah seorang penumpang dengan nada kesal.
ARIE FIRDAUS





