foto

TEMPO/Zulkarnain

Kementerian Energi Belum Bisa Naikkan BBM

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih belum memiliki program yang jelas dan pasti untuk mengatur konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Memasuki semester kedua pun, Kementerian Energi masih belum memutuskan apakah akan menaikkan harga BBM atau melakukan pembatasan untuk mengatasi beban subsidi yang terus membengkak.



"Kami belum ada opsi menaikkan, Juli nanti juga belum bisa dilaksanakan pembatasan," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo, Selasa, 7 Juni 2011.

Menurut Evita, saat ini kementerian sedang menyiapkan beberapa pilihan pengaturan BBM. Pilihan atau opsi tersebut, nantinya harus dikoordinasikan terlebih dahulu bersama Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian , lalu dilakukan Rapat Kabinet dengan presiden dan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk disetujui.

"Nah, ini belum selesai," tekannya. Selain opsi pengaturan yang dikaji bersama oleh tim independen terdahulu, saat ini Kementerian ESDM juga menyiapkan opsi baru lainnya.

Mengenai pernyataan BPS yang mengatakan pembatasan harus dilaksanakan sebelum Juli untuk menghindari inflasi yang terlalu tinggi, Evita menegaskan karena belum bisa melaksanakan pembatasan, pemerintah akan tetap berupaya untuk menjaga kuota BBM subsidi agar tidak melewati kuota 38,5 juta kiloliter seperti yang ditetapkan dalam APBN 2011.

Apalagi, harga minyak dunia juga cenderung menunjukkan penurunan sejak bulan lalu sehingga pemerintah masih memantau perkembangan yang ada.

Seperti diketahui, saat ini konsumsi untuk BBM subsidi, terutama Premium terus menunjukkan angka yang tinggi, hampir 4 persen di atas kuota bulanan yang diperhitungkan. Secara keseluruhan, konsumsi Premium bahkan telah memakan jatah 40 persen dari kuota yang diberikan. Apabila konsumsi tersebut tak diatur, BPH Migas memperkirakan konsumsi akan menyentuh hingga angka 42 juta kiloliter.

GUSTIDHA BUDIARTIE