foto

AP/Michel Euler

620 CEO Dunia Akan Hadir di World Economic Forum  

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 12-13 Juni 2011 mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) East Asia 2011. Dalam forum tersebut, diperkirakan sebanyak 620 pejabat eksekutif tertinggi suatu perusahaan dunia akan hadir.

“Itu termasuk pemerintah dan pengambil kebijakan politik, akademisi, dan pimpinan masyarakat,” ujar Freddy H. Tulung, Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 7 Juni 2011.

Negara-negara yang akan hadir dalam pertemuan itu di antaranya Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, India, Cina, dan dua negara yang baru bergabung, yakni Amerika Serikat dan Rusia. Melalui forum ini, peluang kolaborasi antar perusahaan di berbagai negara akan lebih terbuka.

Dia menjelaskan bahwa dalam forum tersebut, setidaknya 1.000 perusahaan telah bergabung. Perusahaan-perusahaan itu di antaranya yang telah memiliki operasional global atau regional dan juga perusahaan yang tengah tumbuh. “Mereka juga perusahaan yang nilai penjualannya sudah mencapai US$ 100 juta hingga US$ 5 miliar dengan pertumbuhan penjualan rata-rata 15 persen per tahun,” katanya.

Direktur Jenderal Kerja sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, mengatakan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah forum bergengsi ini karena telah memenuhi sejumlah kriteria yang diberikan. Indonesia dipandang sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan. “Paling tidak untuk beberapa tahun terakhir ini,” katanya.

Selain itu, stabilitas politik di Indonesia dilihat memenuhi persyaratan. Begitu pula dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi tujuan pariwisata.

Sebagai anggota G-20, Indonesia masuk ke dalam negara ke-16 terbesar di dunia dan terbesar di Asia Tenggara. “Kami sangat senang terpilih. Tentunya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk membangun citra Indonesia, baik dari perekonomian maupun politiknya,” kata Gusmardi.

Pertemuan yang akan berlangsung di Jakarta ini akan membahas empat tema inti di antaranya mengenai keberlangsungan dan keamanan, konektivitas yang kompetitif, pertumbuhan inklusif, dan kepemimpinan regional.

Dalam acara itu, kata dia, akan hadir sejumlah delegasi dari Indonesia seperti Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Selanjutnya sejumlah perusahaan nasional juga turut hadir, seperti PT Pertamina, Bank Mandiri, BNI 46, Grup Lippo, Grup Sintesa, Bumi Resources, Indika Energy, PT EMTEK, PT Smart, PT Indorama, Quvat, PT Astra Internasional Tbk, Grup Agung Podoromo Land, dan PT Gajah Tunggal.

Perwakilan pengusaha lokal, Anindya Bakrie, mengatakan forum ini harus menjadi momentum bagi para pengusaha lokal untuk memperkenalkan produknya ke mancanegara. “Ini tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.

Menurut dia, dalam forum itu perlu ditekankan bagaimana menciptakan atmosfer yang kondusif untuk para pengusaha berinvestasi di dalam maupun luar negeri.

Pada pertemuan World Economic Forum sebelumnya di Davos, Anindya menceritakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Perdagangan, dan BKPM bertemu dengan sejumlah CEO dunia dan mengagendakan agar pelaksanaan WEF selanjutnya diadakan di Indonesia. “Berarti pelaksanaan WEF di Indonesia besok termasuk salah satu hal yang konkret dihasilkan dari forum sebelumnya.”

SUTJI DECILYA