TEMPO/Fully Syafi
Topik
Tahun Ajaran Baru, Pegadaian Diserbu
TEMPO.CO, Kediri - Warga Kota Kediri, Jawa Timur, berbondong-bondong menggadaikan perhiasan dan peranti elektronik ke kantor pegadaian setempat. Mereka membutuhkan dana segar untuk biaya pendaftaran sekolah dan pembelian seragam sekolah anak pada tahun ajaran baru, 2011/2012.
Kepala Kantor Pegadaian Cabang Kediri, Sucipto Hadi Prayitno, mengatakan kebutuhan keuangan masyarakat sejak satu bulan terakhir sangat tinggi. Hal itu terlihat dari tingkat kunjungan mereka ke kantor pegadaian untuk pengajuan kredit yang terus melonjak. "Kami kewalahan melayani peminjam uang," kata Hadi, Kamis, 9 Juni 2011.
Sejak awal bulan Juli 2011, jumlah transaksi di Kantor Pegadaian Kediri berkisar 60-75 transaksi per hari dengan nilai finansial di atas Rp 300 juta. Jumlah itu meningkat tajam dari bulan sebelumnya sebanyak 40 transaksi dengan nilai kredit Rp 100 juta per hari.
Menurut Hadi, hampir seluruh pemohon kredit di kantornya membawa perhiasan emas sebagai barang gadai. Sedangkan sisanya membawa peranti elektronik dan sepeda motor. Mereka mengaku mengajukan pinjaman untuk membayar biaya pendaftaran sekolah anaknya yang dimulai pekan ini.
Sebagian kecil peminjam mengaku membutuhkan dana untuk menambah stok dagangan di tempat usaha mereka. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan barang menjelang dan selama Lebaran. "Stok mata dagangan untuk toko harus dimulai sekarang," kata Hadi.
Tingginya peminjam kredit ini membuat Kantor Pegadaian Kediri meningkatkan target pendapatan hingga Rp 3,5 miliar untuk bulan Juni ini. Target tersebut diperkirakan akan terlampaui mengingat jumlah peminjam dalam satu pekan terakhir sudah lebih dari Rp 1 miliar.
Danu Sukendro, salah seorang pengaju kredit, mengaku membutuhkan biaya pendaftaran ulang sekolah anaknya. Pada kenaikan kelas tingkat taman kanak-kanak, uang yang harus dibayarkan senilai Rp 1,2 juta. "Ya terpaksa saya menggadaikan satu-satunya televisi saya buat bayar sekolah," kata Danu.
HARI TRI WASONO





