Pemerintah Tawarkan Proyek Infrastruktur US$ 53,4 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menawarkan 79 proyek pembangunan infrastruktur senilai US$ 53,4 miliar. Proyek tersebut akan dikerjakan dengan skema kerja sama antara pemerintah dan swasta (Public Private Partnership).

“Jika dibandingkan tahun lalu, ada progres,” kata Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, kemarin. Nilai proyek infrastruktur yang ditawarkan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mencapai US$ 5 miliar.

Sebanyak 79 proyek infrastruktur yang bakal dibangun hingga 2025 tersebut dibagi ke dalam tiga golongan. Golongan pertama adalah proyek-proyek yang siap ditenderkan berjumlah 13 proyek dengan nilai US$ 27,5 miliar. Berdasarkan jenis proyeknya di golongan ini didominasi oleh proyek pembangunan fasilitas penyedia air.

Armida mengatakan sekitar tiga hingga lima proyek siap tender sudah disampaikan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal. “BKPM yang roadshow mencari investor,” ujarnya. Ia yakin proyek-proyek siap tender tersebut mendapat investor tahun ini juga.

Adapun golongan kedua disebut proyek prioritas yang berjumlah 21 proyek bernilai US$ 10,3 miliar. Jenis proyek yang mendominasi dalam golongan ini adalah pembangunan jalan tol dengan total 17 proyek.

Golongan ketiga adalah proyek potensial berjumlah 45 proyek dengan nilai US$ 15,5 miliar. Jenis proyek yang mendominasi golongan ini adalah proyek pembangunan fasilitas penyedia air.

Dari total proyek infrastruktur senilai US$ 53,4 miliar, hampir separuhnya mengambil lokasi di Provinsi Lampung. Pembangunan tiga proyek infrastruktur di daerah itu nilainya mencapai US$ 25,3 miliar.

Sementara, dari segi kuantitas, provinsi yang paling banyak menerima proyek adalah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan masing-masing jumlah pekerjaan sebanyak 17 proyek dan 11 proyek.

ANANDA BADUDU