Pabrik Ban PT Multistrada Arah Sarana(MASA), Cikarang, Bekasi. TEMPO/Seto Wardhana
Topik
Dividen Indo Kordsa Rp 56,2 miliar
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan kain ban PT Indo Kordsa Tbk membagikan dividen Rp 56,2 miliar atau Rp 125 per saham. Sekretaris perusahaan, Andreas Lesmana, mengatakan sebesar Rp 50 akan dibagikan pada Agustus mendatang dan Rp 75 dibagikan September mendatang. "Total saham yang beredar 450 juta lembar," katanya setelah Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Kamis, 9 Juni 2011.
Laba bersih perseroan yang memproduksi kain ban jenis N66 dan polyester ini mencapai Rp 134,16 miliar naik dari perolehan tahun 2009 yang mencapai Rp 72,106 miliar. Penjualan bersih, lanjut Andreas, mencapai Rp 1,805 triliun pada tahun lalu naik dari penjualan tahun 2009 sebesar Rp 1,5 triliun.
Target penjualan perseroan yang bermarkas di Turki ini ditetapkan sebesar 10-20 persen. "Kami optimis penjualan ban naik sehingga produk kami juga akan tumbuh," katanya. Pada kuartal pertama tahun ini perseroan telah mencapai Rp 480,649 miliar dengan laba bersih Rp 34,441 miliar.
Andreas mengatakan pertumbuhan penjualan ban yang meningkat mengakibatkan perseroan berbenah. "Kami tingkatkan kualitas," ujarnya. Beberapa rencana pembenahan, peremajaan, dan pembelian mesin baru telah dianggarkan di tahun ini. "Modernisasi kami anggarkan dari pinjaman Bank Exim," ujarnya.
Menurut Andreas, perseroan mendapatkan pinjaman US$ 8 juta atau Rp 68 miliar untuk melakukan modernisasi mesin di pabrik yang berlokasi di Citeurup, Bogor. Pinjaman ini, kata Andreas, termasuk dari belanja modal sebesar US$ 22 juta atau Rp 187 miliar. "Sampai kuartal ini sudah terpakai 75 persen," ujarnya.
Indo Kordsa merupakan perseroan yang memproduksi kain ban di Indonesia, Thailand, dan beberapa negara Asia Tenggara. Pangsa pasar produk kain ban jenis N66 di Indonesia mencapai 64 persen (4.800 ton), Thailand 55 persen (7.800), dan ASEAN 60 persen (15.200). Adapun kain ban jenis polyester memiliki pangsa pasar di Indonesia sebesar 53 persen (8.600 ton), Thailand 33 persen (12.800), dan ASEAN 37 persen (24.000).
AKBAR TRI KURNIAWAN





