SMP Al Irsyad di Karanganyar, Jawa Tengah yang menolak menghormat bendera merah putih. TEMPO/Ukky Primartantyo
Topik
Murid SMP Al Irsyad Dilarang Hormati Bendera Merah Putih
TEMPO.CO, Surakarta - Murid-murid di Sekolah Menengah Pertama Al-Irsyad di Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, dilarang menghormat bendera merah putih saat upacara bendera. Mereka menganggap menghormati bendera merah putih tidak sesuai syariat Islam.
Salah seorang murid, Danang Purwanto, 15 tahun, mengaku sudah dua tahun ini para murid tidak pernah sekali pun menghormati bendera merah putih. "Tidak boleh sama guru," katanya ketika ditemui Tempo seusai sekolah, Kamis, 9 Juni 2011.
Hal serupa juga diungkapkan murid lain, Musthofa, yang saat ini duduk di kelas 1 SMP Al Irsyad. Menurut dia, setiap Senin, murid berkumpul lalu guru mengisi tausiyah atau nasihat yang diakhiri dengan doa.
Soal pelajaran Kewarganegaraan, kedua murid itu kompak mengatakan pelajaran itu diajarkan di sekolahnya. Namun, saat diminta untuk melafalkan Pancasila, keduanya menggelengkan kepala tanda tidak hafal.
Kepala Sekolah Al Irsyad, Sutardi, sendiri enggan berkomentar banyak. Dia hanya memberikan surat pernyataan bermaterai yang berisi lima poin. Surat itu di antaranya berisi kesepakatan yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Selain itu, juga disepakati siswa diajarkan menghormati bendera merah putih sesuai keyakinan.
Sementara itu, hari ini tim dari Kementerian Agama Karanganyar mendatangi Al Irsyad untuk berdialog dengan Ketua Yayasan Al Irsyad, Sutardi. Tim dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Juhdi Amin, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Karanganyar, Zainuddin. Seusai dialog, Juhdi mengatakan belum ada titik temu dengan Al Irsyad. "Masih belum ada kesamaan persepsi," katanya.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Karanganyar, Zuhaid, menyebutkan bahwa Sutardi berpegang pada Lajnah Daimah dari Arab Saudi. "Dia juga mengaku sudah mendapat dukungan dari tokoh agama di Dewan Dakwah Islam Indonesia," katanya.
UKKY PRIMARTANTYO





