foto

Seorang staf Bulog mengambil sampel dan mendekteksi keberadaan hama ataupun benda asing sebelum beras impor vitnam dibongkar muat (9/3). ANTARA/Zabur Karuru

Bulog Cari Cara Penuhi Kebutuhan Beras 2012

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog mengaku stok beras di gudang saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun. Oleh karena itu, target Bulog saat ini adalah mencari alternatif pengadaan beras untuk kebutuhan Januari hingga Maret 2012.



 



“Kami sedang mencari tambahan stok agar cukup sampai Maret 2012 karena itu posisi kritis,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam 9 Juni 2011.

Dia menyebutkan, saat ini stok beras yang berada di gudang Bulog sebesar 1,7 juta. Stok ini disiapkan untuk penyaluran raskin (beras miskin) yang setiap bulannya mencapai 260 ribu ton. Sisanya, bisa digunakan untuk operasi pasar atau cadangan beras pemerintah.

Adapun untuk kebutuhan Januari-Maret mendatang, lanjutnya, setidaknya dibutuhkan minimal 800 ribu ton. Bulog akan berusaha menperbesar penyerapan dari semester 2 tahun ini. Namun, kata Sutarto, penyerapan tambahan sebesar 800 ribu ton tersebut bergantung pada surplus produksi beras. Serapan akan tinggi jika surplus produksi beras tinggi. Pasalnya, pada kondisi surplus yang tinggi, harga akan menjadi rendah dan Bulog bisa menggunakan instrumennya untuk melakukan penyerapan.

“Makanya, kami juga melakukan kerjasama dengan Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) milik BUMN. Kalau itu berjalan, Bulog siap untuk menyerap semua,” ujarnya.

Program GP3K ini dibuat untuk mendukung pencapaian surplus pangan nasional serta mengoptimalkan perusahaan BUMN sesuai dengan peran dan fungsinya, juga untuk budidaya tanaman kepada petani. Ada lima komoditas yang ditargetkan meningkat produksinya, termasuk beras.

ROSALINA