TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Harga Daging Sapi di Sidoarjo Naik Tipis
TEMPO.CO, Sidoarjo - Harga daging sapi lokal di Pasar Larangan Sidoarjo, Jawa Timur, naik tipis sejak pekan lalu. Jika pekan lalu harga daging berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram, saat ini harganya naik rata-rata Rp 1.000 per kilogram.
Salah satu pedagang daging, Rahmatullah, menyatakan tidak ada kendala memenuhi pesanan pelanggan. Sebagian pedagang memesan daging dari Rumah Potong Hewan Krian. Selama ini pedagang hanya menjual daging sapi lokal, sedangkan daging sapi impor diperdagangkan di supermarket. "Pasokan daging tercukupi," katanya, Jumat, 10 Juni.
Ia mengaku selama ini tak menemui kendala yang berarti. Kepala bidang peternakan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sidoarjo, Bambang Erwanto, menjelaskan persediaan daging sapi di Sidoarjo masih cukup. Kebutuhan sapi setiap hari mencapai 130 ekor. Sapi didatangkan dari Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, dan Lamongan. "Populasi sapi di Sidoarjo mencapai 12 ribu ekor," katanya.
Tahun lalu, pemerintah daerah Sidoarjo melarang peredaran daging sapi dan kambing impor, terutama menjelang bulan puasa hingga lebaran. Larangan ini disampaikan untuk mengantisipasi penularan virus dan penyakit berbahaya.
Penyakit berbahaya yang dimaksud di antaranya adalah penyakit mulut dan kuku yang berasal dari luar negeri. Dengan kondisi peternakan nasional yang dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), diharapkan pelarangan ternak impor bisa mencegah penyakit berbahaya tersebut masuk ke dalam negeri.
Untuk itu, ia mengingatkan konsumen agar waspada terhadap peredaran daging sapi yang dicurigai terjangkit penyakit. Bambang meminta pedagang untuk menjaga kualitas daging yang dijual. Di antaranya daging yang dipasarkan harus sehat, bersih, dan halal.
Penjualan daging impor di swalayan dijual secara terbatas dengan pengawasan pemerintah setempat. Pengawasan terutama berdasarkan kesehatan daging dan tingkat kebersihannya untuk menjamin kualitas daging yang dijual di pasaran.
EKO WIDIANTO





