Warga Sirahan, Salam, Magelang, menyelamatkan barang melalui aliran Kali Putih yang dipenuhi material Merapi. TEMPO/Arif Wibowo
Mahasiswa Psikologi Tanam Pohon di Lereng Merapi
TEMPO.CO, Magelang - Sebanyak 200 mahasiswa dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, melakukan penghijauan kawasan Gunung Merapi. Mereka menanam 6.500 bibit pohon di sekitar Sungai Senowo, Dukun, Magelang. Aksi penghijauan ini dilakukan sejak Sabtu, 11 Juni 2011.
Ketua Panitia Dies Heru Priyanto, mengatakan bibit pohon yang ditanam adalah jenis trembesi. Pohon itu diniali cocok untuk kawasan Gunung karena mampu menyerap air dan CO2 serta berguna mengurangi dampak banjir lahar.
Ribuan bibit pohon yang ditanam merupakan hasil bantuan dari Kodam IV Diponeogoro, Perhutani, perusshaan swasta, dan masyarakat. Dalam aksi tanam itu mahasiswa dibantu masyarakat sekitar.
Kawasan Merapi hingga kini masih dianggap kritis. Setelah sebelumnya masa tanggap darurat korban bencana banjir lahar dingin Merapi di Kabupaten Magelang diperpanjang hingga dua pekan sampai 8 Juni 2011 dari yang semula ditetapkan berakhir 25 Mei 2011, tanggap darurat masih ditambah lagi waktunya selama dua pekan hingga 23 Juni 2011.
"Huntara (hunian sementara) masih belum selesai juga, jadi kita perpanjang," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang, Eko Triyono. Saat ini huntara yang sedang dibangun di Kabupaten Magelang ada 309 unit yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Muhammad Tamzil sebelumnya menargetkan huntara untuk korban banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang akan selesai pada 15 Juni 2011.
Kendala yang membuat lambannya pembangunan huntara, kata dia, karena meteran dari PLN belum sepenuhnya siap. Pengerjaan pavingisasi, tempat mandi dan kakus juga masih dalam proses. Saat ini di Kabupaten Magelan masih terdapat 2.349 pengungsi yang tinggal di sejumlah pengungsian yang tersebar di sembilan kecamatan. Mereka menunggu huntara selesai.
PRIBADI WICAKSONO





