Topik
"Perlu Kerjasama Regional Untuk Ketahanan Energi"
TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Direktur Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan perlu adanya kerjasama regional untuk ketahanan energi di Asia. "Karena tidak ada negara di dunia ini yang bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri," katanya di sela acara World Economic Forum, Ahad 12 Juni 2011.
Saat ini semua pihak, termasuk swasta dan perbankan, perlu duduk bersama untuk membicarakan mengenai langkah pengoptimalan sumber daya energi yang dimiliki masing-masing negara di Asia Timur. "Nanti dibicarakan seperti apa tekstur potensi energinya, selanjutnya akan memilih fokus dimana, akan diundang juga swasta dan perbankan untuk membuat rencana aksi yang jelas," ujarnya.
Penggalangan sektor swasta akan difokuskan pada kerjasama yang realistis. "Setidaknya untuk kerjasama yang realistis dalam 1 tahun ke depan ini," imbuhnya.
Salah satu peluang yang bisa diambil adalah pada pengoptimalan sumber daya energi terbarukan yang bisa menjadi alternatif sumber energi fosil. "Selain sumber energi fosil, nonfosil juga perlu dioptimalkan, kita cari energi alternatif yang bisa dikembangkan bersama," katanya.
Khusus mengenai kemungkinan pemanfaatan energi nuklir, masih menurut Karen, saat ini Indonesia belum membutuhkannya dalam waktu dekat. "Bukan berati kami menutup opsi pemanfaatan energi nuklir, tapi untuk saat ini tampaknya tidak namun jika waktunya nanti tiba kita harus siap," ujarnya.
AGUNG SEDAYU





