AP/Cliff Owen
Topik
Peretas Komputer Serang IMF
TEMPO.CO, New York - Dana Moneter Internasional (IMF) diserang peretas komputer atau hacker. Serangan ini ditengarai sebagai langkah politik orang-orang tertentu untuk merebut kursi Direktur Pelaksana IMF yang kosong, setelah Dominique Strauss-Kahn mengundurkan diri karena dituduh melakukan pelecehan seksual.
Juru bicara IMF, David Hawley, mengatakan lembaganya tengah penyelidikan serangan hacker tersebut. Namun, ia menolak menjelaskan bentuk maupun hasil sementara penyelidikannya. Begitu pula dengan kemungkinan adanya data yang telah dicuri oleh hacker. "Ini hanyalah insiden teknologi informasi," katanya.
Namun, sumber The New York Times mengatakan serangan itu canggih dan serius. Apalagi IMF memiliki data rahasia mengenai negara-negara yang mengalami kesulitan keuangan.
Dave Jevans, ketua perusahaan keamanan komputer IronKey Inc, mengatakan serangan hacker ini bisa jadi untuk sasaran kepentingan politik tertentu. Apalagi kursi Direktur Pelaksana IMF yang sebelumnya diduduki Strauss-Kahn kini telah kosong.
Strauss-Kahn ditangkap karena dituduh melakukan penyerangan seksual terhadap seorang pelayan di sebuah hotel di New York. Ia pun akhirnya mengundurkan diri sebagai Direktur Pelaksana IMF pada bulan lalu.
Setelah mundurnya Strauss-Kahn, perebutan kursi Direktur Pelaksana IMF memanas. Sejumlah nama bermunculan, seperti Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde, Kepala Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens, serta Kepala Bank Sentral Israel Stanley Fischer.
Namun, kecurigaan Dave Jevans dibantah oleh seorang pejabat internal IMF. Kepada The New York Times, ia mengatakan serangan itu terjadi selama beberapa bulan terakhir, sebelum masalah yang menimpa Strauss-Kahn terjadi.
Bahkan, sumber New York Times lainnya mengatakan bahwa serangan hacker membuat Bank Dunia telah memutus jaringan komputer yang bersambung dengan IMF dalam berbagi informasi. "Kekhawatiran tentang serangan IMF sudah cukup besar," kata dia.
AP | THENEWYORKTIMES | TRI SUHARMAN





