Topik
Menteri BUMN Pertimbangkan Pengurangan Dividen PT Timah
TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempertimbangkan untuk mengurangi porsi setoran dividen PT Timah Tbk.
"Kalau mereka punya program pengembangan dan membutuhkan dana, saya kira bisa kami pertimbangkan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Senin 13 Juni 2011.
Pertimbangan tersebut sejalan dengan rencana pengurangan porsi setoran dividen dari BUMN-BUMN pada tahun ini. Intinya, pemerintah akan mempertimbangkan secara matang subtansi usulan pengurangan dividen tersebut. Jika dinilai tepat, maka pengurangan dividen dapat disepakati.
Sebelumnya, PT Timah meminta porsi dividen yang seharusnya disetorkan kepada para pemegang saham tahun ini, dikurangi. "Kami usulkan kepada pemegang saham agar lebih rendah dari tahun lalu," kata Direktur Keuangan Perseroan, Krishna Syarif.
Pada tahun lalu, perseroan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2009 sebesar Rp 156,875 miliar, atau sekitar 50 persen dari laba bersih tahun 2009 yang sebesar Rp 313,8 miliar. Untuk tahun ini, Timah ingin porsi tersebut diturunkan.
"Tunggu rapat pemegang saham. Intinya, karena kami mau melakukan pengembangan usaha, kami usulkan supaya lebih rendah," ujar Krishna.
Berdasarkan data, laba bersih Perseroan pada 2010 sebesar Rp 947,9 miliar atau Rp 188,3 per saham, meningkat sekitar 203 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 313,8 miliar atau Rp 62 per saham. Kenaikan tersebut disebabkan naiknya harga logam timah dunia.
EVANA DEWI





