Inspektur Jenderal Polisi Sutarman. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Infografis
Kompolnas Sebut Unit Reserse Paling Banyak Dikeluhkan
TEMPO.CO, Semarang - Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Novel Ali, mengungkapkan dari sejumlah unit yang ada di kepolisian, unit reserse tergolong unit yang paling banyak mendapat keluhan masyarakat. Penyebabnya menurut Novel, banyak sekali anggota polisi di unit tersebut menyalahgunakan kewenangannya sehingga merugikan masyarakat. Selain itu, banyak pula yang merasa diperlakukan tidak adil.
"Fakta menunjukan bahwa yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah unit reserse, entah mulai dari tingkat Polres sampai Mabes Polri," ujar Novel Ali kepada Tempo, Selasa, 14 Juni 2011.
Novel menyatakan keluhan masyarakat terhadap ulah reserse di kepolisian sangat beragam. Ia mencontohkan, ada polisi unit reserse yang mengalihkan kasus perdata menjadi kasus pidana, bertindak kasar terhadap saksi atau tersangka pada saat proses penyelidikan maupun penyidikan, melakukan penahanan terhadap seseorang tanpa ada pemberitahuan, adanya penangguhan penahanan dengan jaminan uang, mempermainkan kasus sesuai dengan kepentingan pribadinya, memperjualbelikan barang bukti, bertindak diskriminatif, dan lain sebagainya.
Menurut Novel, Bareskrim di polisi merupakan kunci sukses institusi kepolisian secara keseluruhan. Sebab, melalui Bareskrim-lah keamanan dan kenyamanan masyarakat dipertaruhkan. Jika Bareskrim tak maksimal bekerja atau bahkan dikeluhkan masyarakat, maka pelayanan dan keamanan masyarakat akan terganggu.
Maka itu, jika kinerja polisi ingin dinilai berhasil, kata Novel, unit reserse harus diperbaiki terlebih dahulu. "Kunci untuk memperbaiki unit reserse di berbagai kepolisian berada di tangan Kabareskrim di masa mendatang," kata Novel.
Novel berpesan kepada Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo agar benar-benar memilih Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI secara tepat. "Kabareskrim di masa mendatang harus yang berani memberantas kejahatan, termasuk kejahatan yang dilakukan anggotanya sendiri," ujar pengajar Universitas Diponegoro Semarang tersebut.
Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Ito Sumardi, akan pensiun pada medio Juni ini.
Novel menyatakan setidaknya ada lima calon pengganti Ito Sumardi. Di antaranya Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Sutarman, Kepala Polda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Bambang Widaryatmo (Akpol angkatan 1978), Koordinator Staf Ahli Kepala Polri Inspektur Jenderal Badroedin Haiti (Akpol 1982), serta Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan (Akpol 1980).
Novel menyatakan Kompolnas tidak berhak memberikan pertimbangan soal calon Kabareskrim. Sebab, kewenangan Kompolnas dalam memberikan pertimbangan hanya pada level Kapolri. "Soal siapa yang menjadi Kabareskrim menjadi wewenang penuh Kapolri," ujar Novel.
ROFIUDDIN





