foto

Rapat umum pemegan saham (RUPS) PT Jasa Marga Tbk. TEMPO/Dasril Roszandi

Jasa Marga Bagikan Dividen

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan dividen Rp 716 miliar atau 60 persen dari total laba bersih tahun buku 2010 sebesar Rp 1,193 triliun. Harga saham yang dibagi sebesar Rp 105,8 per lembar."Dua hari lagi kami umumkan, kemungkinan satu bulan lagi kami bayar tunai," kata Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah, Selasa 14 Juni 2011.

Reynaldi menjelaskan, sebenarnya Jasa Marga mengusulkan dividen yang dibagikan sebesar 35 persen. Alasanya, laba bersih akan digunakan untuk pemupukkan modal perseroan untuk jangka panjang, antara 5 hingga 10 tahun ke depan. Namun usulan itu ditolak mayoritas pemegang saham, terutama pemerintah. Mereka menginginkan pembagian sebesar 60 persen.

Akhirnya dividen sebesar itu disepakati pada rapat umum pemegang saham siang tadi. Selain sepakat dengan nilai dividen, para pemegang saham juga sepakat memperpanjang jajaran direksi perusahaan pelat merah itu hingga penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan atau luar biasa yang akan datang.

Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sinata mengimbuhkan, besarnya dividen yang dibagikan tak berdampak serius pada permodalan perseroan. Jika dividen yang dibagi sebesar 30 persen, pemupukkan modal semakin kuat hingga 10 tahun ke depan. Namun karena yang dibagi 60 persen, modal usaha hanya kuat menyokong rencana pembangunan antara 4 hingga 5 tahun.

Jasa Marga sendiri memiliki target penambahan 200 kilo meter jalan tol dengan kebutuhan modal sekitar Rp 23 triliun. Itu merupakan proyek multi years. Karena dividen yang dibagi sebesar itu, kekuatan modal Jasa Marga sekitar Rp 20 triliun."Tapi tidak terlalu mempengaruhi cash flow (aliran dana) kami," ujarnya.

Selain pembagian dividen, para pemegang saham menerima laporan kinerja keuangan tahun buku 2010. Pada tahun itu pendapatan perseroan naik 18,6 persen, dari Rp 3,6 triliun di 2009 menjadi Rp 4,3 triliun pada 2010. Pendapatan terdorong peningkatan jumlah kendaraan yang melewati tol, dari 916,5 juta kendaraan menjadi 956,9 juta."Tahun ini kami targetkan 1,1 miliar transaksi kendaraan lewat tol," kata dia.

MUHAMMAD TAUFIK