TEMPO/Tony Hartawan
Topik
ASI Kurangi Risiko Kematian Mendadak pada Bayi
TEMPO.CO, New York- Satu lagi bukti ASI (Air Susu Ibu) mempunyai khasiat yang tinggi adalah mampu mencegah potensi kematian karena sindrom kematian mendadak atau SIDS. Sebuah studi membuktikan bahwa pemberian ASI memberikan tameng bagi bayi dari risiko tersebut.
”Menyusui merupakan metode terbaik untuk diberikan kepada bayi,” ujar Dr. Fern Hauck, peneliti utama di University of Virgnia School of Medicine di Charlottesville seperti dipublikasikan di Pediatrics Online, 13, Juni 2011.
Fenomena kematian mendadak (SIDS) pada bayi belum dapat dijelaskan. Biasanya, kematian ini terjadi saat bayi tidur dan terjadi pada bayi berumur kurang dari satu tahun, terutama pada bayi berumur empat bulan. Menurut National Institute of Health Amerika Serikat, SIDS ini membunuh lebih dari 2.500 bayi di Amerika Serikat setiap tahunnya.
Hauck mengatakan salah satu teori yang menyebabkan SIDS karena bayi tidur dengan wajah atau kepala ditutupi, tidak memutar kepala mereka, atau menangis seperti kebanyakan bayi dan perlahan-lahan mati lemas. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan kepada para ibu agar menyusui bayi mereka selama enam bulan pertama kehidupan.
Hauck dan peneliti lain menggabungkan studi mereka terhadap ibu bayi yang meninggal dan belum meninggal, serta menggabungkan dengan 18 studi lainnya tentang menyusui. Hasilnya, mereka menemukan bahwa tingkat SIDS 60 persen lebih rendah bagi bayi yang meminum ASI dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum ASI. Dan lebih dari 70 persen lebih rendah pada bayi yang telah diberi ASI eksklusif--tanpa rumus apa pun--untuk setiap periode waktu. ”ASI membantu melindungi bayi dari kematian mendadak,” ujarnya menyimpulkan.
Meskipun mereka belum menemukan secara pasti apa yang penyebabnya, mereka cukup meyakini hubungan menyusui dengan SIDS itu. "Kami menemukan efek perlindungan bahkan setelah mengendalikan faktor yang dapat menjelaskan hubungan tersebut," kata Hauck.
REUTERS | DIAN YULIASTUTI





