foto

Nokia Give and Grow

Nokia ''Sulap'' Handphone Jadi Pohon  

TEMPO.CO, Jakarta - Nokia kembali mengkampanyekan program peduli lingkungan melalui gerakan Nokia Give and Grow "Beri Handphone, Tumbuh Pohon."

Dengan menyumbangkan telepon seluler yang sudah tidak digunakan atau aksesorisnya ke drop box untuk didaur ulang, Nokia dan World Wild Fund (WWF) akan mendedikasikan satu pohon atas nama partisan. "Sejak 2009, sudah ada 10 ribu pohon yang ditanam di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung," kata Country Manager Nokia Indonesia, Bob McDougall, di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

Dia mengatakan jika 4,6 miliar orang di seluruh dunia yang memiliki ponsel mau menyumbangkan handphone mereka yang sudah tidak digunakan untuk didaur ulang, maka akan mengurangi bahan baku sebanyak 370 ribu ton. Selain itu, pengolahan kembali ponsel bisa mengurangi efek gas rumah kaca yang setara dengan 6 juta kendaraan bermotor.

Seluruh elemen telepon seluler bisa didaur ulang. Mulai dari lapisan luarnya yang terbuat dari plastik, elemen logam pada peralatan elektroniknya, dan baterainya.

Papan sirkuit pada ponsel misalnya bisa diolah lagi menjadi ingot logam atau palet epoxy melalui proses penghancuran, pemadatan, dan pemisahan elektrostatis. Sementara, unsur plastik pada ponsel dapat diolah dengan cara dihancurkan, digabung dengan bahan berserat dan zat perekat sehingga menjadi palet epoxy.

Nokia menyediakan unit drop box Nokia Give and Grow di 90 Nokia Care Center Indonesia. Penyumbang juga dapat mengetahui perkembangan pohon yang ditanam melalui aplikasi Nokia Ovi Maps.

RINI K