M. Nazaruddin (kiri). TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Infografis
Skandal Proyek Dua Departemen: M. Nasir, Komisaris PT Bermasalah
TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Muhammad Nasir, masih menjadi Komisaris PT Mahkota Negara saat perusahaan itu menang tender proyek dua departemen yang kemudian bermasalah. Perusahaan itu menjadi rekanan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Departemen Pendidikan Nasional pada 2007-2008.
Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini tengah mengusut dugaan korupsi dalam kasus pengadaan barang di dua kementerian itu. KPK kemarin meminta keterangan Mindo Rosalina Manulang, tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games. Pemeriksaan Rosalina tak terkait dengan kasus wisma, melainkan dengan dua proyek yang digarap PT Mahkota Negara.
Berdasarkan akta notaris perusahaan tertanggal 14 Februari 2003, Nasir menjadi satu dari tiga pemilik PT Mahkota. Anggota Komisi DPR Bidang Hukum itu menjabat komisaris utama. Salah satu pemilik lainnya adalah Muhammad Nazaruddin, saudaranya sendiri sekaligus mantan Bendahara Partai Demokrat yang dicari KPK.
Namun, nama keduanya tak muncul lagi dalam akta perubahan PT Mahkota tertanggal 16 Mei 2009.
Pada 2007, Departemen Pendidikan Nasional mengadakan alat laboratorium multimedia serta alat laboratorium informasi, komunikasi, dan teknologi. Nilai proyeknya mencapai Rp 40 miliar. Proyek lainnya adalah pengadaan alat laboratorium ICT. Dua proyek dari enam proyek Departemen yang totalnya Rp 142 miliar itu didapat PT Mahkota.
Setahun kemudian, PT Mahkota mendapat proyek pembangkit listrik tenaga surya. Proyek dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini bernilai Rp 8,9 miliar.
Proyek terakhir memunculkan dua nama yang berkaitan dengan Nazaruddin. Keduanya adalah Mindo Rosalina, Direktur Marketing PT Anak Negeri, dan Neneng Sri Wahyuni. Rosalina adalah tersangka suap proyek wisma atlet. Ia pernah menyebutkan keterlibatan Nazaruddin dalam proyek wisma itu kendati kemudian mencabut kembali keterangannya. Adapun Neneng adalah istri Nazaruddin.
Sampai tadi malam, Nasir dan Nazaruddin tak bisa dihubungi. Empat nomor kontak pribadi Nasir yang dikontak Tempo tak terhubung. Pesan singkat ke empat nomor itu juga tak dijawab. Di gedung DPR, awal pekan ini, Nasir menolak berkomentar. “Saya no comment,” kata dia.
Nazaruddin tadi malam juga tak menjawab pesan pendek Tempo. Dua hari lalu, melalui pesan BlackBerry, dia mengatakan masih sakit. “Saya masih berobat jalan,” kata dia.
DIANING SARI | RUSMAN P | RIKY FERDIYANTO | BUNGA MANGGIASIH | FEBRIYAN | SUKMA N LOPPIES | PURWANTO





