foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) berjalan bersama Wakil Presiden Boediono (kanan) dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Sejumlah BUMN Besar Berinvestasi dalam MP3EI

TEMPO.CO, Jakarta - Delapan badan usaha milik negara (BUMN) besar berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Nasional (MP3EI). Total investasi yang dialokasikan mencapai Rp 506,54 triliun bagi sejumlah proyek yang dijalankan dalam rentang waktu 2011-2014.

BUMN tersebut, di antaranya PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan di koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua-Maluku. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 189,356 triliun, salah satunya untuk pembangunan kilang minyak Balongan II dengan investasi sekitar Rp 40 triliun.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Jawa dan Kalimantan. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 33,7 triliun, salah satunya untuk pendirian pabrik baja terpadu bersama Posco dengan nilai investasi sekitar Rp 22,8 triliun.

PT Semen Gresik (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua-Maluku. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 22,09 triliun, salah satunya untuk proyek pabrik semen SGG di Kalimantan dengan nilai investasi sekitar Rp 3,5 triliun. Pabrik tersebut akan dibangun dengan kapasitas mencapai 2,5 juta ton per tahun.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Papua-Maluku. Besaran investasi yang dialokasikan Rp 152,95 triliun, salah satunya untuk proyek pembangunan jaringan telekomunikasi per kabupaten/kota dengan nilai investasi sekitar Rp 55 triliun.

PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Sumatera. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 38,26 triliun, salah satunya untuk pembangunan jalur kereta api batubara Tanjung Enim-Bukit Asam dengan nilai investasi sekitar Rp 13,6 triliun.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 39,762 triliun, salah satunya untuk pembangunan pabrik feronikel di Halmahera dengan nilai investasi sekitar Rp 14,3 triliun.

PT Timah (Persero) Tbk untuk pengembangan di koridor Jawa dan Sumatera. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 3,676 triliun, salah satunya untuk pembangunan pabrik aspal ekstrak (Buton) dengan nilai investasi sekitar Rp 250 miliar.

Lalu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pengembangan di koridor Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua-Maluku. Besaran investasi yang dialokasikan mencapai Rp 26,754 triliun, salah satunya untuk pembangunan Pembangkit Listrik Mulut Tambang dengan nilai investasi sekitar Rp 3,5 triliun.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, BUMN telah berkomitmen mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 836 triliun untuk mendukung pelaksanaan MP3EI. Pada 21 Juni 2011, pemerintah juga berencana segera meresmikan ground breaking pembangunan terminal baru Bandara Sepinggan dan pembangunan Pabrik Pupuk Kaltim V.

"Pada bulan ini, kami juga akan melaporkan kepada presiden tentang implementasi MP3EI sejauh ini pada kuartal pertama. Semoga nantinya bisa menstimulasi sektor-sektor di luar BUMN untuk berlomba berinvestasi," kata Mustafa, Kamis, 16 Juni 2011, di Hotel Sultan, Jakarta.

EVANA DEWI