Gerhana bulan. TEMPO/Iqbal Lubis
Topik
Ratusan Orang Saksikan Gerhana dari Planetarium Jakarta
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamatan gerhana bulan total di Planetarium Jakarta berlangsung sukses. Pecinta astronomi memadati atap planetarium dan menyaksikan bulan purnama berubah menjadi merah. "Pengunjung ramai sekali, mencapai ratusan orang," ujar Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Muhammad Rayhan, yang juga mengkoordinasi jalannya pengamatan bersama, Kamis, 16 Juni 2011.
Persiapan pengamatan gerhana sudah dimulai sejak malam. Sebanyak tujuh teleskop dan binokuler dipersiapkan untuk memanjakan pengunjung yang menikmati gerhana.
Awan tebal yang menyelimuti Jakarta sepanjang malam tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk melakukan pengamatan. Kesabaran tersebut berbuah ketika pada pukul 01.23 WIB bulan mulai menyentuh bayangan gelap bumi. "Proses masuknya bulan ke dalam bayangan ini terlihat jelas tanpa terganggu awan," kata Rayhan.
Pukul 02.22 WIB, seluruh permukaan bulan lenyap ditelan bayangan bumi. Dilihat degan mata telanjang, bulan berubah warna dari putih terang menjadi merah kecokelatan. Beberapa kamera yang mengabadikan peristiwa ini merekam warna merah menyala seperti yang diperkirakan sebelumnya. Sayangnya, momen totalitas ini hanya bisa dinikmati hingga pukul 03.00 WIB karena awan tebal mulai menghalangi pandangan. Menurut Rayhan, kendala cuaca merupakan hal yang lazim terjadi dalam pengamatan benda langit. "Meski tak melihat seluruh tahapan gerhana, kami puas bisa melihat fase totalitas," tambah dia.
Gerhana bulan total hari ini merupakan yang terpanjang dalam satu dekade. Bulan bersembunyi di dalam bayangan bumi selama 100 menit atau hanya berselisih 7 menit dari durasi maksimal. Gerhana ini bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.
ANTON WILLIAM





