foto

Susilo Bambang Yudhoyono. REUTERS/Issei Kato

SBY Emoh Buru-buru Bangun PLTN di Indonesia  

TEMPO.CO, Tokyo - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan akan memilih  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia adalah jalan terakhir yang diambil jika masih ada  sumber energi lain yang bisa dipakai untuk menutupi  untuk menutupi kebutuhan listrik di tanah air.

"Saya berpendapat kalau  kebutuhan listrik bisa dipenuhi dengan pembangkit listrik non nuklir itu akan bagus," kata SBY saat jumpa pers di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, Kamis 16 Juni 2011 malam. " Kebutuhan itu bisa didorong dari pengembangan Energi terbarukan"

Penegasan itu disampaikan SBY menanggapi pertanyaan wartawan tentang perlunya PLTN di Indonesia. Kepada SBY, wartawan menanyakan apakah Indonesia tetap akan mendirikan pembangkit listrik setelah  melihat kejadian yang menimpa PLTN Fukushima, Jepang, pasca-gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

Menurut SBY, setiap negara memiliki pilihan masing-masing tentang perlu tidaknya PLTN di negara mereka. Indonesia,  untuk sementara ini memilih tidak menggunakan itu.

"Manakala  masih bisa kita bangun yang tidak menggunakan tenaga nuklir, itu pilihan yang kita pilih," ujarnya.

Menurut SBY, PLTN bisa saja dibangun di Indonesia,   pada 30-40 tahun mendatang. Namun syaratnya,  ada  jaminan keamanan dan peralatan agar tidak terjadi kebocoran bila ada bencana.

"Tolong  dipikirkan aspek pengamanan, sistem dan peralatannya. Menurut saya penting,"

WIDIARSI AGUSTINA