Topik
Keberanian dan Disiplin Modal Utama Berusaha
TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda termasuk orang yang takut memulai berwirausaha? Jika iya, sebaiknya buang jauh-jauh perasaan itu. Memang, bagi seorang pemula, faktor modal dan pengelolaan keuangan kerap menjadi kendala utama untuk memulai suatu usaha.
Namun, menurut pemilik usaha franchise IKI Group, Abri Mada, faktor kedisiplinan menjadi modal utama. "Jangan takut mulai usaha," kata Abri di Financial Expo, Balai Sidang Jakarta, Ahad, 19 Juni 2011.
Abri menambahkan persoalan modal sudah bukan lagi menjadi kekhawatiran utama untuk memulai usaha. "Orang yang tidak punya modal sudah bisa mulai usaha sekarang," katanya. Modal tersebut, menurut Abri yang usahanya bergerak di sektor makanan Jepang, bisa didapatkan melalui pinjaman dari pihak perbankan.
Abri sendiri hanya membutuhkan modal awal Rp 5 juta. Saat ini, dengan tiga cabang yang sudah dimiliki, total omzetnya mencapai angka Rp 60 juta per bulan.
Hal yang sama dilontarkan pula oleh perencana keuangan Mike Rini Sutikno. Mike mengatakan persoalan modal jangan dijadikan alasan untuk memulai usaha. "Sebaiknya buang jauh-jauh perasaan itu. Saat ini ada banyak cara untuk mulai usaha," tuturnya. Salah satu bentuk usaha yang bisa dipilih bagi para pemula adalah bisnis dalam bentuk franchise.
Mike menambahkan, faktor minat menjadi hal yang terpenting bagi mereka yang akan memulai bisnis melalui franchise. Setelah itu, manajemen pengelolaan keuangan menjadi hal yang harus diperhatikan.
Mike menjelaskan, biasanya pada tahun pertama memulai bisnis, para pemula sering mengalami kerugian. Hal itu biasanya disebabkan oleh tidak disiplinnya pengelolaan keuangan. "Sebaiknya rekening pribadi dan perusahaan dibuat terpisah," ujarnya.
Namun, yang terpenting bagi mereka yang baru memulai bisnis, lanjut Mike, adalah pencatatan keuangan yang harus terus dipantau. "Yang penting penerimaan dan pengeluaran dicatat. Minimal setiap tahun harus direkapitulasi," tuturnya.
Abri pun mengiyakan. Para pemula sering mencampurkan antara rekening pribadi dan perusahaan. "Disiplin yang paling penting. Sekarang sudah ada sistem keuangan (di bank) yang bagus. Jadi, tidak perlu memakai seorang akunting," ujarnya.
ADITYA BUDIMAN





