TEMPO/Iqbal Lubis
Topik
Infografis
Adaro Akan Tingkatkan Ekspor Ke Eropa
TEMPO.CO, Jakarta- Komisaris Utama PT Adaro Energy Tbk, Edwin Soeryadjaya mengatakan perusahaan akan menggenjot ekspor batu bara ke Eropa. Kenaikan tersebut terkait dengan rencana beberapa negara menghentikan kegiatan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Salah satu negara yang serius mempertimbangkan penghentian nuklir adalah Jerman “Kalau nuklir berhenti pasti kembali ke batu bara,” katanya dalam perbincangan dengan Tempo Kamis pekan lalu. Untuk itu, perseroan sedang menyiapkan strategi merebut pasar Eropa.
Tahun lalu ekspor Adaro ke Eropa berkurang akibat terjadinya krisis utang Yunani. Ekspor batu bara ke Spanyol misalnya, turun 30 persen. Saat ini 70 persen produksi Adaro diekspor ke 18 negara dan 40 pelanggan. “Terbesar ke Cina,” katanya.
Edwin mengungkapkan, selain mengirim barang mentah ke luar negeri, Adaro berupaya meningkatkan nilai tambah batu bara dengan mengembangkan bisnis pembangkit listrik. “Listrik itulah produk utama, batu bara hanya perantara,” katanya.
Keseriusan Adaro ini diperlihatkan dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x30 megawatt di sekitar tambang di Kalimantan Selatan.
Adaro bersama perusahaan Jepang J-Power dan Itochu juga berhasil memenangi tender PLTU 2x1.000 megawatt di Pemalang, Jawa Tengah, senilai US$ 3-4 miliar.
AKBAR TRI KURNIAWAN





