Topik
Anak-anak Bali Bahas Masalah yang Dihadapinya
TEMPO.CO, Denpasar - Sebuah acara yang digelar oleh anak dan untuk-anak kembali digelar. Acara yang disebut Mimbar Anak Bali (MAB) itu diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Bali.
Acara MAB yang berlangsung pada Minggu, 19 Juni 2011, hingga Selasa, 21 Juni 2011, merupakan kegiatan yang kelima kalinya. Kali ini MAB diikuti 45 anak yang merupakan utusan dari sembilan kabupaten dan kota di Bali.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali Nyoman Masni memaparkan, pelaksanaan MAB sudah dilakukan sejak 2006. “Ini adalah ajang untuk mensosialisasikan dan memperjuangkan hak anak,” ujarnya.
Kegiatan tahunan FAD Bali diisi berbagai kegiatan. Di antaranya sidang-sidang yang membahas permasalahan anak di Bali. Hasil sidang akan merekomendasikan solusi yang tertuang dalam Suara Anak Bali.
MAB telah banyak melahirkan anak-anak berprestasi di tingkat nasional. Di antaranya Ni Putu Maitri Nara Suari, jebolan MAB ke-III, yang berhasil meraih nilai ujian nasional tertinggi se-Indonesia.
Pembahasan masalah anak dalam pelaksanaan MAB kali ini dilakukan oleh lima komisi, yang terdiri dari Komisi Pendidikan, Komisi Kesehatan, Komisi Perlindungan Khusus, Komisi Partisipasi, dan Komisi Jaringan.
Peserta pada masing-masing komisi akan melakukan sidang komisi untuk membahas masalah anak dan mencari solusi mengatasi permasalahan sesuai dengan bidangnya.
Acara puncak MAB adalah pemilihan Duta Anak Bali yang diselenggarakan di Bentara Budaya Bali, Selasa, 21 Juni 2011.
Akan dipilih 10 Duta Anak yang akan mewakili Bali dalam Kongres Anak Indonesia yang akan diselenggarakan di Jawa Barat Juli 2011 mendatang.
Kepala Badan Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bali Luh Putu Haryani menyatakan, sudah saatnya suara anak-anak didengarkan demi masa depan bangsa.
“Mereka terbukti memiliki komitmen untuk terus berprestasi dan peduli terhadap nasib anak-anak,” ujarnya.
ROFIQI HASAN





