Revolusi Cara Mendekati Perempuan
Tempo/Dimas Aryo
Topik
TEMPO.CO, Sudah 20 kali Christ Santoso mencoba mencuri hati perempuan. Berbagai cara digunakan lajang 26 tahun ini untuk mendapatkan simpati sasaran hatinya. "Mulai kirim SMS dari pagi, siang, hingga malam. Seperti sapa, tanya kabarnya, apa yang dilakukannya, dan hal standar lainnya," kata Christ.
Pria yang bekerja di bidang otomotif ini juga sering mengajak wanita yang ditaksirnya untuk makan dan nonton. Semua biaya ditanggung dari koceknya sendiri. Christ berharap tindakannya itu membuat sang wanita tahu bahwa dia peduli sehingga jatuh hati.
Meski demikian, berbagai upaya dan pengorbanan itu lebih banyak berakhir dengan kekecewaan. Dari 20 kali pendekatan seperti itu, yang berlanjut ke pacaran tujuh kali, semuanya gagal berlanjut ke jenjang pernikahan. Warga Cikarang, Bekasi, tersebut kini tengah mencoba yang ke-21. "Yang ini baru dua minggu," ujarnya.
Menurut master instructor dari Hitman System, Kei Savourie, cara Christ di atas merupakan sesuatu yang banyak dilakukan pria di Indonesia. Tapi, metode itu sama sekali keliru dan tak efektif. Biasanya, jika cowok menaksir cewek, ia akan memuja, memberi hadiah, mentraktir, dan mengantar-jemput pujaan hatinya.
Tindakan itu justru membuat cewek seolah sebagai dewi. "Padahal kalau cewek sudah diperlakukan sebagai dewi, dia akan memperlakukan cowok sebagai kacung," ujarnya dalam acara seminar "Revolusi Romansa", yang digelar kelompok pengembangan diri khusus hubungan cinta dan romansa lelaki, akhir pekan lalu di Jakarta.
Cara di atas sering gagal. Sebab, pada saat yang sama, belasan pria mungkin sedang melakukan hal serupa. Menurut Kei, wanita adalah makhluk yang tidak tahu tentang apa yang dia mau. Logika seorang perempuan sering berkontradiksi dengan perasaannya. "Dia bilang mau punya cowok yang baik dan perhatian, yang dipilih justru tukang pukul," katanya.
Paradigma seorang pria dalam mengejar cintanya harus diubah. Proses pendekatan antara pria dan wanita harus berlangsung secara terbuka. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi pria mesti jorjoran dalam memberi berbagai hadiah.
Pria harus mampu menggali esensi kepriaannya dan menjadi pria yang bernilai. "Cowok akan bernilai di mata cewek kalau di menunjukkan sisi maskulinnya," ujar Kei. Karena itu, seorang pria mesti menunjukkan punya karakter kuat, tegas, percaya diri, kepemimpinan, dan mau bertanggung jawab.
Sebanyak apa pun SMS atau hadiah akan mubazir jika pria bersikap plin-plan. "Jangan pernah bilang terserah kamu," kata Kei. Pria seharusnya memutuskan pilihannya dan mengatakannya kepada sang wanita. Bila wanita tidak suka, cari pilihan lain. Wanita sangat mengidamkan pria yang mampu mengambil keputusan.
Saat pria mengatakan "terserah kamu", posisi sebagai pemimpin dan pengambil keputusan dibebankan kepada perempuan. "Padahal wanita malas berpikir dan dibebani lagi. Saat dia sibuk memilih baju buat kencan sudah cukup terbebani, jangan ditambah lagi," ujar Kei. Jadi, perlulah revolusi dalam mendekati perempuan. Sudah siapkah para pria?
AMIRULLAH













