foto

Sejumlah bendera 8 negara peserta Simposium Humanitus Foundation terpasang diatas lumpur didesa Renokenongo,Porong Sidoarjo (28/5). Jelang 5 tahun semburan lumpur Lapindo 29 Mei besok, semburan lumpur masih terus keluar dan memperluas peta area terdampak lumpur Lapindo. Persoalan ganti rugi juga belum terselesaikan tuntas bagi sebagian korban. TEMPO/ Fully Syafi

Korban Lapindo Raih Nilai Ujian Nasional Sempurna  

TEMPO.CO, Sidoarjo - Minchaturrobbi Huda, korban lumpur Lapindo, meraih nilai ujian nasional sempurna. Dari tiga mata pelajaran--IPA, bahasa Indonesia, dan matematika--siswi SD Negeri Kedungbanteng Tanggulangin ini masing-masing meraih nilai 10.

Ica--sapaan siswi berusia 12 tahun itu--awalnya sekolah di SD Negeri Renokenongo. "Saat kelas dua, sekolah tenggelam diterjang lumpur," katanya, Selasa 21 Juni 2011. Luapan lumpur Lapindo, kata dia, sempat mengganggu konsentrasi belajarnya. Bahkan, ia harus rela pindah ke sekolah lain dan berpisah dengan teman sekolah lainnya.

Luapan lumpur Lapindo juga memacunya untuk belajar giat meraih impiannya menjadi dokter hewan. Apalagi, sejak usia lima tahun, ayahnya telah meninggal dunia. Menjelang ujian nasional, ia rajin mengikuti pelajaran tambahan dan rutin belajar setiap hari selama tiga jam. "Tak menyangka, selama ini di sekolah juara tiga," ujarnya.

Kini, ia tinggal bersama ibunya, Siti Aisah, 36 tahun. Ica mengatakan ingin meneruskan pendidikan di SMP Negeri Candi 1 karena dekat dengan tempat tinggalnya saat ini.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Sidoarjo Imron ozak berharap prestasi Ica menjadi pemacu siswa lainnya. Luapan lumpur Lapindo, katanya, tak menjadi penghalang mereka untuk berprestasi. "Kuncinya kerja keras dan disiplin," ujarnya.

Ujian nasional sekolah dasar di Sidoarjo diikuti sebanyak 29.995 siswa. Pada 2011 ini, seluruh siswa dinyatakan lulus.

EKO WIDIANTO