foto

MS Hidayat. TEMPO/Suryo Wibowo

Lima BUMN Akan Diberi Insentif

TEMPO.CO, Jakarta - Lima badan usaha milik negara (BUMN) akan diberi insentif agar lebih produktif. Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, kelima BUMN itu adalah PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad, PT Boma Bisma Indra, dan PT Barata Indonesia.

Hidayat menyatakan bahwa PT Dirgantara Indonesia mulai disuntik oleh pemerintah senilai Rp 3,8 triliun. Namun, suntikan itu bukan dalam bentuk dana segar, melainkan dalam bentuk pengalihan utang menjadi penyertaan negara.

''''Sehingga bisa bankable dan berproduksi tanpa tergantung pihak lain,'''' kata dia usai membuka pameran industri transportasi di kantornya, Selasa, 21 Juni 2011. Insentif ini sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan.

Hidayat menjelaskan penyertaan negara ini ibarat keluar kantong kiri, masuk kantong kanan. ''''Kan perusahaan ini 100 persen punya negara,'''' ujarnya.

Dengan penyertaan negara, pembukuannya jadi bersih dan bisa mengakses kredit ke bank. Kondisi PT Dirgantara sebelumnya menanggung utang, jika dibantu bank bisa melanggar peraturan Bank Indonesia.

Sementara itu, PT Barata akan dapat insentif berupa pesanan mesin dari Kementerian Perindustrian. ''''Nanti, semua pabrik gula yang akan berdiri wajib menggunakan mesin dari Barata,'''' kata dia.

NUR ROCHMI