foto

Tikus hutan baru (Apomys brownorum) dari Gunung Tapulao, Zambales. Foto: LIVESCIENCE

Ditemukan Tujuh Spesies Tikus Hutan Filipina  

TEMPO.CO, Chicago - Ekspedisi di hutan pegunungan terpencil di Pulau Luzon, Filipina, menemukan tujuh spesies tikus hutan baru. Penemuan spesies baru dari pulau terbesar di negara itu telah meningkatkan jumlah spesies mamalia Luzon hingga 49 jenis, di luar kelelawar.

Observasi terhadap morfologi dan genetika masing-masing tikus itu mengindikasikan bahwa tujuh spesies baru itu adalah anggota subgenus baru yang disebut Megapomys, bagian dari genus Apomys. Ukuran tikus ini cukup besar, beratnya sekitar 65-110 gram dan memiliki ekor yang pendek, hanya sepanjang kepala hingga badan binatang itu.

Dua dari spesies baru itu hidup di Gunung Tapulao di Pegunungan Zambales, sedangkan dua tikus lain ditemukan di Gunung Banahaw, sebuah gunung api di Filipina. Dua spesies lainnya mendiami Pegunungan Mingan di Provinsi Aurora dan satu spesies lagi ditemukan di kawasan Pegunungan Sierra Madre di timur Laut Luzon.

“Tikus-tikus kecil ini hidup di kawasan hutan pegunungan tinggi,” kata Kepala Proyek Lawrence Heaney dari Field Museum di Chicago. “Meski jumlahnya cukup banyak, mereka sangat menghindari manusia dan jarang menimbulkan gangguan.”

Dalam jurnal Fieldiana, Mei lalu, Heaney menyatakan bahwa tikus itu gemar memakan cacing tanah dan biji-bijian yang ditemukan di tanah hutan.

Baik peneliti maupun pejabat Filipina menunjukkan bahwa penemuan itu mendorong upaya perlindungan habitat hutan pegunungan sesegera mungkin dari ancaman penebangan, alih fungsi lahan pertanian, dan aktivitas penambangan ilegal.

“Meski kecil, binatang mungil ini adalah bagian dari keanekaragaman hayati kita yang membentuk landasan dasar bagi ekosistem yang sehat,” kata Romeo Trono, Direktur Eksekutif Conservation International untuk Filipina.

LIVESCIENCE | TJANDRA