Warga Setrojenar Mempertanyakan Penanganan Kasus Bentrok Berdarah
TEMPO.CO, Kebumen - Korban bentrokan TNI dengan warga Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, menagih hasil penyelidikan yang dilakukan Pomdam IV Diponegoro. Mereka menuding Pomdam lambat dan tidak transparan dalam mengusut kasus tersebut.
"Sedianya kami akan mendatangi Markas Subdenpom IV Purworejo, tapi kami diarahkan untuk datang ke Pomdam IV Diponegoro, Semarang," terang Ketua Litigasi Tim Advokasi Petani Urut Sewu Kebumen, Teguh Purnomo, Selasa 21 Juni 2011.
Teguh mengatakan warga sudah jenuh menunggu kepastian hasil pemeriksaan terkait dugaan kekerasan yang dilakukan TNI terhadap puluhan warga Setrojenar beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, kata dia, belum ada satu pun pihak TNI yang ditetapkan sebagai tersangka.
Ia menambahkan, tim bersama korban rencananya akan mendatangi markas Subdenpom Purworejo untuk mempertanyakan hasil penyelidikan tersebut. Namun, mereka diimbau untuk mendatangi langsung markas Pomdam IV Diponegoro di Semarang.
Menurutnya, warga diundang ke markas Pomdam IV Diponegoro pada Senin kemarin. Namun, karena tak mempunyai uang untuk transportasi, warga urung pergi ke Semarang.
Teguh menuding penyidik TNI tidak transparan dalam kasus ini. Mereka juga menyayangkan undangan Pomdam yang meminta warga datang pada pukul 09.00 pagi. Padahal, untuk sampai di Semarang dari Kebumen, paling tidak dibutuhkan waktu sekitar lima jam.
Menurutnya, undangan Pomdam tersebut juga tidak jelas agendanya. "Kami sebenarnya menginginkan pertemuan dilakukan di Setrojenar atau paling tidak di Purworejo yang dekat dengan kami," katanya.
Teguh juga menuding Pomdam sengaja mengulur waktu untuk menutupi ketidakprofesionalan mereka dalam menangani kasus tersebut. Ia menyatakan, jika tidak ada kejelasan, warga akan mulai menabung untuk biaya pergi ke Jakarta dan berharap bisa bertemu dengan Presiden dan KASAD.
Komandan Subden POM IV/2-2 Purworejo, Kapten CPM Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sebenarnya tidak mengundang warga dan Tim Advokasi. "Kami hanya memfasilitasi warga untuk datang ke Pomdam Semarang karena sebelumnya mereka akan datang ke Subden Purworejo," katanya.
Wahyudi menambahkan Pomdam membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga dan Tim Advokasi untuk datang ke markas tersebut. Ia menyarankan warga untuk datang ke Semarang karena di Pomdam itulah penyelidikan dilakukan. "Bukan kewenangan saya untuk menjawab hasil penyelidikan tersebut," imbuhnya.
ARIS ANDRIANTO





