Infografis
Perbankan Dihimbau Waspadai Sindikat Pembobol Bank
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional, Sigit Pramono, menghimbau industri agar berhati-hati terhadap sindikat pembobol perbankan. Menurut Sigit, sindikat ini pandai memainkan sisi psikologis pegawai bank dengan menyaru sebagai teman. Tanpa sadar, pertemanan itu jadi muara aksi pembobolan bank.
“Sindikat itu tekun dan sabar bina hubungan. Bisa dua hingga tiga tahun. Pada tahun ketiga, baru mereka minta tolong,” kata Sigit di Jakarta pada Rabu, 22 Juni 2011 siang tadi.
Sigit kemudian menceritakan pengalaman pribadinya. Teman Sigit yang merupakan pegawai bank pernah termakan oleh rayuan sindikat pembobol bank. “Orangnya taat, tapi tiga tahun kemudian terlibat pembobolan,” kata Sigit.
Ia mengatakan sindikat pembobol bank membina hubungan dengan cara yang sangat halus. “Bisa ajak karaoke, dugem, main golf. Baru tahun ketiga minta macam-macam” katanya.
Untuk menangkal aksi sindikat ini, Sigit mendorong bank untuk lebih ketat melakukan pengawasan, khususnya komisaris dan direksi. Manajemen, kata Sigit, harus memastikan bahwa operasional bank dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure.
“Ini adalah pertahanan lini pertama,” kata Sigit. Ia juga meminta bank menjamin sistem mutasi dan rotasi berjalan di bank. “Cuti itu kewajiban,” katanya.
Sigit juga mengimbau bank menjalankan Satuan Kerja Audit Intern. Audit intern ini bertugas untuk menyisir pelanggaran operasional dalam bank. Kemudian hasil temuannya dilaporkan pada komisaris dan direksi. “Itu pertahanan lapis kedua,” ujarnya.
ANANDA BADUDU





