foto

Unjuk rasa Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) didepan Kedutaan Besar Saudi Arabia, Jakarta (19/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

PMI Siap Bantu TKI yang Terancam Hukuman Mati  

TEMPO.CO, Surabaya - Palang Merah Indonesia (PMI) siap membantu Kementerian Luar Negeri untuk menangani masalah tenaga kerja Indonesia yang sedang terancam hukuman mati di beberapa negara.

"PMI untuk hal kemanusiaan, kita sudah mulai bicara dengan Kementerian Luar Negeri bagaimana bisa kita bantu," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, di sela-sela pembukaan gerai donor darah di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Rabu sore 22 Juni 2011.

Jusuf Kalla menanggapi kasus pemancungan Ruyati, TKI di Arab Saudi. JK, demikian dia biasa dipanggil, juga berharap proses pengiriman TKI untuk pembantu rumah tangga dapat segera diakhiri. Hal ini harus dilakukan karena menurut dia pendapatan per-kapita masyarakat Indonesia sudah makin membaik.

Kalaupun ada pengiriman TKI, menurut JK, haruslah tenaga kerja profesional yang bekerja di jalur resmi dengan penghasilan tinggi dengan keharusan memiliki keterampilan tinggi pula. "Kalau untuk pembantu (rumah tangga), saya kira harus diakhiri," ujarnya.

Seperti dikabarkan, Ruyati, TKI asal Bekasi, dihukum pancung oleh Pemerintah Arab Saudi Sabtu pekan lalu. Ruyati dipancung karena terbukti bersalah membunuh majikannya. Pemancungan ini baru diketahui oleh Pemerintah Indonesia sehari sesudahnya.



 



FATKURROHMAN TAUFIQ