foto

Ilustrasi Zona Gempa (Ilustrasi: Unay/Sunardi)

Gladi Posko Hadapi Ancaman Gempa Megatrust Digelar  

TEMPO.CO, Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Lokakarya dan Gladi Posko kesiapan terhadap ancaman gempa megatrust yang diperkirakan berkekuatan 8,9 Skala Richter dan tsunami di pesisir barat Sumatera.

Lokakarya yang berlangsung 22-24 Juni 2011 ini diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Lampung.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus punya kebijakan tentang bencana. Hal itu untuk mengurangi risiko bencana. Di antaranya, kebijakan yang berkaitan dengan tata ruang, building code, dan mitigasi lainnya.

Syamsul mengatakan lokakarya dan gladi posko ini akan sangat membantu dalam mengatur manajemen bencana yang tepat. Misalnya, apa yang harus dilakukan masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat pada menit pertama ketika terjadi gempa dengan ancaman tsunami.

“Lalu pada menit kedua sampai tsunami berhenti itu nanti akan kita gelar apa yang harus dilakukan dalam gladi posko,” ujarnya dalam pembukaan acara yang berlangsung di Pangeran Beach Hotel itu, Rabu, 22 Juni 2011. “Skenario tsunami itu sampai 3,5 jam, ini tidak ngarang karena berdasarkan penelitian Jerman dan LIPI”.

Gladi posko yang digelar tanpa pasukan itu untuk melatih aparat pemerintah. Aparat yang dilatih tersebut yang memiliki fungsi komando dalam merencanakan operasi antisipasi gempa dan tsunami. Komando operasi akan dipegang oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat. “Sudah saatnya Pemerintah Sumatera Barat punya komitmen dalam upaya pengurangan risiko bencana terhadap gempa,” ujar Syamsul.

FEBRIANTI